Enak dan Murah: Bebek Kaleyo Ramaikan Kuliner Bandung

by - Saturday, March 28, 2015


Lagi cari tempat makan bebek di Bandung? Pas banget, karena kali ini saya akan membahas tempat makan bebek paling rame se-Indonesia, Bebek Kaleyoyang desas-desusnya dinobatkan sebagai tempat makan enak dan murah di Bandung. Pernah dengar? 

Mungkin bagi pembaca yang berdomisili di sekitar Jakarta juga Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi mungkin sudah tau, karena memang sebelumnya rumah makan yang mulai berdiri sejak 15 Januari 2007  ini sudah duluan eksis membuka outlet di daerah tersebut. Sedangkan per tanggal 30 Januari 2015 lalu Bandung berkesempatan menjadi yang ke-14! Wuih?! Empat belas? That's such a quite number! 


Nah, weekend kali ini, karena emang belakangan ini lagi ngidam makan bebek (bukan ngidam sih, tapi lebih ke gemes, soalnya bolak balik nyari menu bebek yang afdol di hati belum ketemu juga, yang ada, amis dan dagingnya alot nyantol-nyantol di gigi serasa makan sandal jepit. Mau masak sendiri apa daya, skill saya masih belum mampu membawa saya ke panggung masterchef #curcol). Sayapun diniatin blusukan ke tempat makan yang belakangan fenomenal di jagat raya perbebekan Indonesia.
Eksis dulu. Dilarang protes, nanti ngga dibungkusin Bebek Kaleyo.
DUCK AS YUMMY AS QUACK QUACK QUACK~
MEET THE MENU OF BEBEK KALEYO

Ready to order?
Dulu waktu kecil, saya ngga mau makan bebek, kenapa? Karena saya penggemar fanatik karakter bebek; mulai dari komik, barang, dan lain-lain. Rasanya, ngga rela gitu makan "sahabat" sendiri, bagai kanibal. Eh, tapi belakangan baru tau ternyata dibandingkan hewan unggas lainnya daging bebek termasuk golongan red meat atau daging merah karena kandungan myoglobinnya (protein) lebih tinggi dibanding hewan di kelasnya, menjadikan daging bebek mengandung zat besi lebih tinggi. Bahkan, jika mau dibandingkan secara spesifik, bagian dada bebek memiliki lemak jenuh rendah dibandingkan dada ayam ataupun daging sapi (konon buat yang lagi diet atau sedang menjalani program penurunan berat badan, it's way safer for you guys to eat duck!). So, yes, that's why we eat duck!

Mengenal 4 Langkah Bahagia di Bebek Kaleyo:
Cara memesan makanan di Bebek Kaleyo ini cukup unik; berkonsep prasmanan. Pelanggan tinggal memilih menu bebek, menuju meja prasmanan, bilang "Pesen, bang," terus setelah menerima makanannya, bayar deh di kasir. Gampang deh ngga pake repot.

Meja Prasmanan


Namun... Sayangnya, kebahagiaan itu mulai menguap ketika...


Mamakk! Yang makan di Bebek Kaleyo buannyaak banget, bener deh ya, kuliner Bandung itu ngga ada matinya kalo udah yang namanya weekend. Tapi disini nih, keabsahan sebuah rumah makan diuji, bagaimana kesiapannya melayani pelanggan yang membludak. Apalagi di akhir minggu, kesiapan mental dan batin para karyawannya sungguh dicobai oleh para pelanggan, yang tabah ya, mas-mas dan mbak-mbak. 

Terus gimana nasib pesanan saya?
Saya sempat harus berdesak-desakkan ketika mengantri (memang kami semua adalah fakir bebek, salahkan kenapa bebek itu begitu enak namun susah dimasak). Di awal-awal, para pelayan Bebek Kaleyo begitu aktif melayani pesanan pelanggan, hingga mulailah satu demi satu pelanggan memesan bermacam-macam pesanan yang membuat pegawai Bebek Kaleyo mulai terlihat kelabakan, bingung antara yang harus dikremes dan yang dicabe ijo, mana yang bebek muda mana yang bebek tanpa kulit. Tapi, bener deh saya salut dengan pegawai di barisan makanan, mereka benar-benar sigap melayani kami semua, mana pesanan untuk si A mana pesanan untuk si B.

Sibuk! Bebek Kaleyo lagi rame-ramenya!
Sayangnya pelayanan di bagian barisan minuman cukup membuat saya manyun, saya yang memesan sop durian harus rela menunggu 15 menit, belum lagi sop buah yoghurt yang awalnya minta rasa anggur malah diberi rasa leci, awalnya pelayannya sendiri bingung lho kok iya saya minta anggur dikasi leci, barulah setelah dia bisik-bisik, baru ngaku (hayooo) kalau ternyata yoghurt anggurnya habis. Namun, bukan itu yang bikin saya kecewa.... Karena 20 menit kemudian saya menemukan pelanggan lain sukses memesan sop buah dengan yoghurt anggur! AGHK!


Ya sudahlah, bagaimanapun kita harus move-on dan daripada pusing mending makan aja. Well, bagi yang belum pernah mencoba daging bebek, kesempurnaan citarasa daging bebek sendiri terletak pada tekstur dagingnya yang lebih kenyal dan gurih jika dibandingkan unggas lainnya. Nah, hal ini yang membuat memasak bebek itu gampang-gampang tricky alias susyeenya minta ampun ajubile. Nah, kalo sudah ginikan saya wajib nantangin menunya Bebek Kaleyowould you offer us the perfection of duckling?

Sebelum makan cuci tangan dulu. Unik nih.
ORDERS

Nah, ini dia beberapa menu makanan dan minuan yang sempat saya santap habis-habisan di Bebek Kaleyo. Belum apa-apa mata saya sudah tertuju pada harga menu yang murahnya ngga wajar! yuk kita coba, ya...Kaleyo

1. Bebek Cabe Ijo Rp. 24.500 dan Nasi Merah  Rp. 7.000

Pesona Bebek Cabe Ijo dan Nasi Merah
Ups, kematangan tidak rata... 
Satu kata, nasi merahnya pedas mantap, makin menambahkan nafsu makan ketika dibarengi oleh si bebek cabe ijo yang pas maknyus di lidah ini. Hanya saja, ketika mulai menikmati lapis demi lapis daging bebek, ternyata bagian dalamnya tidak sepenuhnya matang dan ada rasa amis yang sedikit tercium. Bisa jadi karena pelayan Bebek Kaleyo sedang terburu-buru menjamu semua pengunjung yang padat mengantri.

2. Bebek Muda Goreng Rp. 24.500 dan Bebek Peking Goreng  Rp. 19.500


(atas) Bebek Peking. (bawah) Bebek Muda.
Beralih ke menu selanjutnya saya mencoba membandingkan rasa bebek Peking dan Bebek Muda yang dikremes. Daging bebeknya benar-benar mantap, mengobati kekecewaan saya akibat bebek cabe ijo sebelumnya, dagingnya empuk, benar-benar terasa lebih enak daripada ayam.Wow, rasa kremesnya pas, tingkat kekeringannya juga tidak over minyak.

3. Dimsum (4 Siomay) @Rp 3.500 jadi Rp. 14.000


Rumah makan bebek tapi berani menyajikan menu dimsum? Ini spesial banget deh, apalagi sausnya itu lho. Ketika saya tanyakan ke waitressnya apa nama sambalnya, sayang hanya dijawab, "Sambal ada deh, pokoknya uennakkk...!" Ah, mbak bisa aja.

4. Tumis Jamur Tiram Rp. 4.500


Jamur itu merupakan makanan kesukaan saya, jadi pastinya tidak boleh kelewat donk. Nyatanya rasa jamurnya cukup ok, walaupun (sayang sekali) lagi-lagi (mungkin) karena padatnya pengunjung yang pastinya tidak sabar untuk menikmati hidangan Bebek Kaleyo, ada beberapa jamur yang tingkat kematangannya kurang.

5. Empal Rp. 17.000 dan Paru Rp. 12.500


Siapa sih yang bisa nolak jeroan dan empal? Berhubung di Bebek Kaleyo ini pilihan menunya bervariasi, saya rasanya ingin pesan semua. Sayang saya harus menahan semua nafsu tersebut dan terpaksa harus puas hanya menyantap paru dan empal (demi menahan lemak yang makin bertambah), dan rasanya? Wuih! Empuk dan lebih pasnya lagi jika dicocol pakai sambal khas Kaleyo

6. Sambel Khas Bebek Kaleyo


Penampakan sambal Kaleyo, rasanya mirip seperti citarasa khas sambal Manado, pedas mantap, bikin siang-siang makin keringetan. Gratis pula! Siapa yang ngga makin bernafsu makannya?

7. Sate Bebek Rp. 24.500


Tingkat kematangan: pas!
Sate bebek ini bisa dibilang menu favorit saya di Bebek Kaleyo, dagingnya empuk karena memang tingkat kematangan dagingnya benar-benar pas dan bumbunya sungguh meresap terasa nikmat dan lekoh. Sayang satu porsi hanya dapat 4 tusuk. Sate bebeknya lebih lengkap lagi jika disantap dengan sambal mangga.

8. Sambel Mangga Rp. 2.500



Sambal mangganya asyik, uenak, sueger, sayang..... Porsinya kecil #hix.

9. Es Kelapa Jeruk Rp. 11.000

 

Setelah rasa pedas yang bertubi-tubi, mulailah saya memanjakan lidah dengan minuman kelapa muda. Segarnya mak nyosss, mantap bener, penyajiannya fresh with batok kelapanya; mana bersih pula, suka deh.

8. Sop Durian Rp. 20.000


Selalu ada tempat bagimu, wahai durian di kavling perutku inih... Sop durian ala Bebek Kaleyo ini benar-benar mantap, sensasi pure durian no essence no syrup. Kebetulan, selain ngidam bebek saya juga lagi hayang durian, untuk segelas sop seharga dua puluh ribu, ih, worthed banget kaka! Rasanya indera-indera perasa di lidah saya makin disegarkan, apalagi penyajiannya dengan irisan buah strawberry #terus-pingsan-kekenyangan.

 9. Es Kelapa Jeruk Rp. 11.000



Berikutnya ada lagi Es Kelapa Jeruk, perpaduan pahit asam manis jeruk di tengah air kelapa murni sungguh fantastis. Penyajiannya dengan gelas besar dan penampakkan serutan kelapa muda menambah kesegaran hati dan di dada #ceile..

10. Aneka Jus Rp 13.000-Rp. 15.000



Biasanya sih kalo lagi pergi keluar rumah, saya ngga terlalu tertarik untuk membeli jus, tapi ngga tau saya bagai tersihir dengan penampakan aneka jus yang ditawarkan Bebek Kaleyo, akhirnya hati inipun luluh juga dengan jus mangga. Dan, memang suara hati ngga pernah bohong, rasa buahnya benar-benar pure, ngga kebanyakan air atapun gula, rasa mangganya benar-benar murni, nikmat banget di lidah.

11. Sop Buah kuah Yoghurt Rp. 20.000


Dan yang terakhir, Sop buah with lychee yogurt sauce, wuihhhh.... Adem dan seger banget. Perpaduan keasaman yogurtnya dan isi buah-buahnya sungguh mantap. Apalagi penyajian minuman ini sangat baik dan rapi dengan proporsi ideal, jadi ingin nambah deh...

Oiya, omong-omong ada rahasia Bebek Kaleyo nih yang saya sempat curi: ternyata dalam proses pembuatannya: Bebek Kaleyo hanya memakai Minyak Kelapa dan menggantinya minimal 2x sehari.

Btw, untuk yang ingin bawa pulang bisa mampir ke booth ini...
Yang mau bawa pulang, mampir dulu ke sini.
KISAH PERJUANGAN BERBUAH MANIS HINGGA SEJARAH DIBALIK NAMA
BEBEK KALIH, YO!

Adalah Hendri Prabowo, Paulus, Rini Cahyanti dan Fenty Puspitasari, para pencetus Bebek Kaleyo. Dimulai dari keinginan mencari usaha sampingan di luar pekerjaan tetap, keempat orang yang masih berhubungan saudara ini mengusung ide membuka warung tenda kakilima pada teras bengkel mobil di daerah Cempaka Putih (yang masih ada hingga saat ini).

Berbekal kumpulan resep, eksperimen dan food-testing ke para kerabatnya, Bebek Kaleyo mampu melebarkan sayap hingga saat ini mampu mendirikan 14 gerai, di antaranya; Cempaka Putih Raya (ada dua), Rawamangun, Danau Sunter Utara, Duren Sawit, BSD, Tebet, Bekasi, Jatiwaringin Raya, Bekasi, Daan Mogot Baru, dan sekarang di Bandung.

Dengan membawa misi "Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang", Bebek Kaleyo ingin rakyat Indonesia bisa merasakan sensasi uenaknya makan bebek. Tidak tanggung-tanggung, 5 Juni 2014 memantapkan langkah Bebek Kaleyo di dunia kuliner Indonesia dengan menerima sertifikat halal dari MUI, yang menjamin bahwa makan bebek Kaleyo ini aman! Tentunya, hal ini makin mendukung visi Bebek Kaleyo untuk bisa "Menjadi Icon Kuliner Indonesia yang Terjangkau Semua Kalangan."

Berbicara tentang pemilihan nama, sebagai orang yang pernah tinggal di Malang belasan tahun, akrab dengan basa Suroboyoan hingga sekarang di Bandung bergelut dengan bagaimana cara mengatakan geuleuh dengan sempurna. Saya tergelitik dengan pemilihan nama Bebek Kaleyo ini.

"Bebek kalih (dua), yo (ya)!" 

Artinya, beli bebek dua, ya. Asumsi dua yang saya tangkap adalah pelanggan merasa puas dengan suguhan di Bebek Kaleyo, sehingga beli satu tidak cukup, tapi kudu dua atau bahkan lebih. Selain itu bisa juga berarti harapan bahwa pelanggan datang membawa temannya, merekomendasikan untuk bersantap sedap di Bebek Kaleyo. Kata "yo" di Jawa menandakan keakraban, saling mengenal, bak 'keluarga' sendiri. Ibaratnya, berada di tempat makan Bebek Kaleyo ini, pelanggan bisa berada di rumah sendiri, feels like home, ingin memberikan pelayanan yang memuaskan hati layaknya sudah saling kenal dan akrab antara penjual dan pembeli. Rasa percaya bahwa baik dari rasa dan pelayanan, Bebek Kaleyo tidak akan mengecewakan. Uniknya lagi, secara akronim, arti KALEYO adalah (K)ejujuran, (A)ntusias sepenuh hati, L)oyalitas, (E)mpati dan kerjasama team, (Y)akin dan percaya diri, dan (O)ptimis. Ih dalem banget, cyin!

READY SET GO!
YUK KE BEBEK KALEYO 14, BANDUNG

Sumber: Facebook.



Terletak di daerah Pasir Kaliki, tepatnya di tikungan antara Jl. Djunjunan dan Jl. Pasir Kaliki, lokasi Bebek Kaleyo ini cukup strategis karena dekat dengan area publik lainnya di Bandung, mulai dari hotel, area perbelanjaan oleh-oleh dan fashion. Namun begitu, walaupun Jl. Pasir Kaliki selalu padat, bisingnya tidak sampai terdengar bising hingga ke ruangan makan, karena diredam dengan suara dari air mancur kolam.

Rumah makan Bebek Kaleyo ini juga cukup luas, pelatarannya besar (mampu nampung bis, jadi yang disono kalo mau bawa rombongan dimari ngga perlu khawatir yah!). Dengan konsep open air, terdapat dua bangunan utama bergaya selasar berukuran 15x15m yang dihubungkan dengan sebuah kolam koi yang apik, bagi pengunjung yang mencari tempat besar dengan suasana tenang, ruangan Bebek Kaleyo ini cukup mendukung untuk diadakan acara-acara seminar atau event promotion. 



So far, saya puas banget bersantap siang di Bebek Kaleyo (penasaran ingin ke sini malam-malam, kayaknya interior lightingnya juga cukup menawan). Makanannya enak, pelayanannya ramah dan baik dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pengunjung, dan harganya jauh dari bikin saku kebobolan. Semoga ke depannya varian menu Bebek Kaleyo di Bandung bisa makin diwarnai dengan adanya snack dan dessert.

Hanya saja, weekend memang selalu menjadi tantangan bagi setiap bisnis kuliner, kesiapan dan kesigapan baik dari pelayanan dan penyajian itu yang terutama. Dan walaupun saya sempat kecewa dengan bebek cabe ijonya yang kurang matang serta jamur yang masih amis, tapi semuanya terbayar dengan rasa bebek kremes yang tiada bandingannya (say bye bye to bebek rasa alot), serta suasana Bebek Kaleyo yang nyaman dan rasa minumannya yang pas dan segar.


Pokoknya kalo cari kuliner Bandung ? Ya ke Bebek Kaleyo. Nyari Tempat makann enak dan murah di Bandung? Pastinya lagi Bebek Kaleyo. Yuk, ah abdi lanjut wikenan.

Kang Daan keur pundung
Badan pegel teu boga koyo
Yuk sadayana barudak Bandung
Kudu harus dahar di Bebek Kaleyo
*****

Info lengkap tentang Bebek Kaleyo

www.bebekkaleyo.com
Operasional: Senin - Sabtu 11.00 - 23.00 | Minggu libur


Sumber referensi tambahan:
http://www.mapleleaffarms.com/duck-faq
http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/2134

You May Also Like

5 comments

  1. kereeen neng noniq, lengkap deh, sukses yaaaa lombanya.....yuk kita ke bebek kaleyo lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perut penuh banget neng meti sampe ga bisa gerak wkwkwkwk :D

      kunjungi balik ya > http://www.hakimtea.com/nyicip-bebek-kaleyo-di-bali-heaven-bandung.html

      Delete
  2. Lengkap banget reviewnyaa... Suasana & konsep tempatnya bagus yaa... Sampe kenyang makan kemarin :D

    ReplyDelete
  3. Teh Noni, seger bener kayaknya tuh empal. Ane jadi pingin nyicipin. wwkwk Apalagi minumnya pake es air kelapa

    ReplyDelete
  4. woow teliti sekali ya sampai sampai tingkat kematangan daging bebeknya aja ketauan hohoho nice

    mampir juga ya ke : kuliner di bandung

    ReplyDelete