Tips Menabung Pangkal Untung

by - Wednesday, July 01, 2015

Ketika kecil saya sering diajak oleh tante saya jalan-jalan, belanja dan makan enak di restoran. Saat itu saya tidak banyak berpikir, yang penting happy go lucky dan bermimpi untuk suatu saat bisa menjadi sepertinya: Hidup demi belanja tanpa beban. Tapi setelah memiliki penghasilan sendiri, lho kok saya tidak bisa melakukan hal yang sama, ya? Maksudnya, saya kok tidak mampu mentraktir keponakan saya ya? Boro-boro ponakan, wong kadang mau belanja untuk diri sendiri saja keteteran.

Mencoba mengubah gaya hidup yang slengean dan berusaha beralih dari pemujaan terhadap status lajang sayapun mengubah arah untuk: MENABUNG. Motivasinya sih ngga jauh-jauh: demi Hermes Birkin, namun ternyata efek jangka panjang menabung ini fenomenal banget: arus keuangan aman terkendali dan barang yang saya mau beli? Well, you have to read my story to know how it ends. 

Jadi melalui tulisan yang sepertinya bakal kebanyakan curcol ini, saya akan membagikan tips menabung ala NoniQ.

TIPS 1: PERSIAPAN MENABUNG

1) Sebelum menabung tentu ada persiapannya, yaitu uang. Ya iyalah ya...
Karena itu pastikan kamu punya uang untuk ditabung. Amannya, kalau kamu baru mulai kerja, berarti sejak bulan kedua baru bisa nabung, karena perhitungannya, gaji bulan pertama itu untuk dipakai di bulan kedua, sedangkan bulan pertama? Nebeng aja dulu sama ortu.
Intinya, ketika kita sudah punya sumber pemasukan tetap yang kira-kira lebih dari biaya pengeluaran kita (dalam batas wajar), nah itu saatnya kita menabung. Kalau dananya kurang? You have to work more! Ayo, semangat cari lomba blog berhadiah uang! 

2) Yang kedua yang harus dipersiapkan adalah: mental.
Saya selalu berprinsip: Ngga mau jadi hamba uang. Kita memang butuh uang, uang sumber segalanya (termasuk cara bisa ke Korea demi ketemu Lee Jong Suk, muahaha). Yang pasti sebagian dari kita setuju bahwa di satu sisi uang sumber kebahagiaan, tapi, saya yakin kita semua mengimani Tuhan yang mengatur segalanya, jadi, sudah pasti apapun yang terjadi sebaiknya kita tidak menggantungkan hidup dengan uang.
Intinya, mau seberapa banyak kita menabung dan berencana, tetap Tuhan yang bakal berkehendak atas apa yang terjadi sama kita. Bisa jadi, kita sudah menabung untuk liburan, taunya pas hari H, uangnya malah digunakan untuk bayar pengobatan operasi dan rumah sakit? (#kisah-nyata)

3) NIAT!

TIPS 2: MANAJEMEN

Tiap orang punya pengaturan finansial yang berbeda. Si lajang dan mereka yang berkeluarga sudah jelas berbeda pengelolaannya. Saya sendiri termasuk si lajang yang kalau bisa semua pemasukan saya alokasikan semuanya untuk menabung (penganut prinsip hidup ngga mau rugi, gitu), tapi kan ya mana bisa toh? Kan saya bukan keluarga bangsawan, hehehe. Jadi beginilah kira-kira pengaturan uang saya.

1) 15% Pemasukan Untuk Ibadah
Ya, sesuai keyakinan masing-masing, pastilah ada kewajiban kita 'membayar' sesuatu sesuai dengan ajaran agama tiap orang. Nah, buat saya, ketika mengatur totalan pemasukan, maka saya wajib menyisihkan 15 persen untuk hal-hal yang berkaitan dengan keTuhanan. Yah, gampangnya, semua yang kita peroleh dari Tuhan, ya berarti wajib juga kita kembalikan kepada Yang Di Atas.

2) Up to 50% Ditabung
Kalau bisa semua pemasukan saya ditabung, hahaha...

3) Hidup Sederhana demi Foya-foya, hahaha
Sehari-hari hiduplah menggunakan standar kehidupan yang sederhana, hahaha, tapi ngga perlu ekstrim juga kali ya, yang penting 'layak', hihihi. Kehidupan sehari-hari itu termasuk makan, transport, pulsa telepon, jajan-jajan murah, beli perlengkapan bulanan, tagihan-tagihan dan sebagainya yang hukumnya rutin dan pasti.

Oya, kembali diingatkan bahwa manajemen keuangan ini bervariasi lho persentasenya, yang pasti untuk saya ketiga poin ini wajib sebanget-bangetnya.

TIPS 3: PRIORITAS TABUNGAN

Buat saya: menabung itu adalah reward untuk diri sendiri dan selebihnya to prepare the future that can't be predictedSehingga kudu bersiap untuk hal terkecil hingga hal terbesar, hal sepele hingga hal PENTING.

1) Yang Tak Terduga.
It happens! So many times, sehingga tidak ada salahnya selalu menyiapkan. Biasanya saya pakai celengan, isinya uang receh, sisa-sisa uang kembalian ataupun uang yang tidak sengaja terselip di celana selama berbulan-bulan, berkali-kali kena cuci, lecek, tapi masih bisa dipakai!

2) Jatah Belanja. 
Bersenang-senang itu wajarlah, so, ini adalah tabungan jangka pendek yang levelnya sebenarnya tidak terlalu wajib, termasuk di dalamnya: jatah beli baju, make up, sepatu, makan di restoran mahal, traktir ulangtahun, liburan, dll.

Saya prinsipnya ngga mau keseringan belanja; triknya adalah menghapal jadwal sale. Saya berkata pada diri saya: silahkan ngeborong kalau lagi sale. Hehehe. Jadi, saya baru belanja gila-gilaan ketika momen Natal, Tahun Baru, Lebaran, sebaliknya sangat menghindari belanja printilan karena sepanjang tahun saya akan mengisi pundi-pundi jatah belanja saya hingga tiba waktunya belanja sambil merem without credit cards.

3) Target Pribadi Karir dan Masa Depan. 
Salah satu medianya menggunakan Tabungan Berjangka, jangka waktunya bervariasi dari minimum 1 tahun. Awalnya saya berpikir untuk sekedar foya-foya sebelum akhirnya memantapkan untuk DP tempat usaha. Iya, ayah saya bilang bahwa mending punya tempat usaha dulu daripada punya rumah; kalau tempat usaha bisa untuk cari uang, sedangkan rumahkan investasi jangka panjang.

Dari pengalaman, proses menabung itu ternyata membuat kita jadi lebih bijak menata keuangan. Sebagai wanita, wajarlah saya hedonist, membuat saya ingin selalu nabung like crazy, tapi ketika di satu titik uangnya ngumpul dan teringat bahwa masih banyak yang lebih penting (modal nikah misalnya), nafsu itu lenyap seketika dan berganti untuk berpikir lebih dewasa.

Cerita lucunya adalah ketika saya gila-gilaan mengumpulkan uang lewat tabungan berjangka untuk sepasang sepatu Salvatore Ferragamo itu, eh, kok ya ada yang menghadiahi saya sepatu itu!!!! See, tabungan saya aman deh (begitu juga dengan kisah hadiah tas LV dan Burberry, haha).

4) Investasi Hari Tua.
Ini adalah tabungan untuk waktu yang luama buanget, bahkan kalau bisa untuk anak cucu. Rencana saya banyak: mulai dari forex, tanah/properti, hingga emas batangan. Berhubung semua butuh modal cukup besar saya mulai dari yang kecil-kecilan: gram demi gram emas - nyicil dulu ceritanya.

Dengan begitu, kita sudah (berusaha) mempersiapkan masa depan dengan baik. I work like crazy and I want money so badly tapi saya juga berprinsip: ngga mau jadi budaknya uang, get a break when you feel so. Percaya deh, utamakan dulu Yang Di Atas, rejeki ngga akan kemana.

Begitulah kiranya tips saya, hihihi, See you ^^


You May Also Like

10 comments

  1. investasi hari tua ini penting banget ya, masak sih kita mau kerja sampe tua...hihihii muda kerja keras tua leyeh2 hahaha, aamiin

    ReplyDelete
  2. sukses lombanya. kalo nabung harusnya yg gada ATM kali ya, suka tergoda narik :P

    ReplyDelete
  3. Wah, keren perencanaannya mbak. Aku juga lagi usaha banget buat nabung. syemangaaatt!!

    ReplyDelete
  4. setuju mbak semuanya....good luck y mbak..moga2 menang..

    ReplyDelete
  5. Ibu2 banyak yang demen sama emas batangan, ya. Sebagai salah satu bentuk investasi yo, Mbak. :D

    ReplyDelete
  6. Enak banget buat dibaca Mak. Kereeen!

    ReplyDelete
  7. susah banget pengen nabung... entah kenapa, uang seberapa pun selalu amblas.. niat sama mentalnya masih kurang...

    ReplyDelete
  8. Xixixi. Perlu diterapkan semuanya nih.
    Suka yang hidup sederhana demi foya-foya. :p

    ReplyDelete
  9. Tabungan dan asuransi buat modal saat tua nanti :-)

    ReplyDelete
  10. waw... tipsnya keren juga kakak ^^ bisa di tiruu nih :D makasih tipnya

    ReplyDelete