Review Hisense Pureshot Plus; Ponsel 4G LTE Fantastis Harga Ekonomis

by - Monday, November 30, 2015


Haloh teman-temin, walaupun pada dasarnya saya orangnya ngga suka maksa ataupun nuntut sesuatu demi sebuah "kekinian", tapi khusus topik seputar 4G LTE ini pada akhirnya saya luluh juga. Belum lama ini sayapun memutuskan untuk join the club. Awalnya saya sempat bersikeras untuk bertahan di jaringan 3G secara kebutuhan internet saya masih tercukupi kok dengan jaringan ini. Namun, lama-kelamaan, melihat rumput tetangga bisa mencapai kecepatan akses data 100-130 Mbps! Siapa yang ngga ngiler-ngiler bahkan jantungan! Kok iya saya masih betah dengan kecepatan 7Mbps. Duh.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang begitu banyaknya pilihan handheld 4G yang merajalela dan (beberapa diantaranya) cukup bikin silau; baik di mata dan dompet, sayapun menjatuhkan pilihan pada Hisense Pureshot+. Walaupun alasannya klise; fitur fantastis dengan harga ekonomis, nyatanya ada keunikan tersendiri yang saya temukan di gadget ini.

Walaupun nyatanya, Hisense pernah mengeluarkan GSM-CDMA featured phone ketika tahun 2009, tapi saya baru mengenal produk Hisense dari gadget CDMA yang dipakai oleh adik saya, ya tidak lain dan tidak bukan, Andromax. Perusahaan multinasional yang sudah ada sejak 1969 ini memulai bergabung dalam memasarkan smartphone pada tahun 2014 dan hingga saat ini sudah lebih dari 4 juta handset produknya yang terjual.

Jadi, awalnya perusahaan yang berbasis di Qingdao ini lebih terkenal dengan produk TVnya, bahkan menduduki peringkat nomor satu di China untuk produk LED TV-nya.

Di tahun 2015, Produk Hisense yang rencana ke depannya bakal dirakit di Indonesia malah giliran bikin saya jatuh hati gara-gara Gadget Pureshot dan Pureshot Plusnya? 

Sebagai pembukaan, boleh ditonton dulu video unboxing saya ketika pertama kali memiliki gadget ini.

HISENSE PURESHOT dan HISENSE PURESHOT+

Secara umum perbedaan antara Hisense Pureshot dan Hisense Pureshot Plus terletak pada dimensi handheld, ukuran layar, dan kapasitas baterai - yang akhirnya mempengaruhi harganya. Namun selebihnya, keduanya mempunyai kelengkapan fitur yang sama, terutama kemampuan kameranya yang bisa dibilang paling dibanggakan. Bisa dilihat dari embel-embel 'Pureshot' yang tentunya ada kaitannya dengan "memotret".

Lebih baik Hisense Pureshot atau Hisense Pureshot Plus? Tentu kembali lagi pada urusan selera, terkait bentuk fisik yang pas di tangan ataukah ukuran yang membuat mata nyaman, barulah kapasitas baterai menyusul di belakangnya. Kebetulan saya pribadi lebih suka yang lebih besar dengan daya tahan lebih lama, sehingga saya memilih Hisense Pureshot Plus.

DESAIN

PureshotPureshot Plus
Dimensi70 x 140 x 8,3 mm75 x 151 x 8,3 mm
Berat130 gram152 gram
Hadir dengan pilihan warna hitam dan putih, produk ini bisa dibilang cukup bersaing dengan gawai lain di kelasnya. Untuk ukuran 5 inci, berat produk Hisense Pureshot bisa dibilang unggul, karena beberapa produk serupa berada di kisaran berat 145 gr. Untuk Pureshot Plus, dari segi beratnya, cukup beradu ketat karena ada produk saingan dengan berat 145 gr, well, tapi ada juga yang mencapai berat 172 gr.

Walau begitu menurut saya, baik dimensi ataupun berat, secara pribadi saya cukup nyaman dengan ukuran 5.5 inch, selain pas untuk jangkauan jari-jemari ketika mengetik juga sangat leluasa ketika bermain game. Handheld ini juga mantap dan cukup kokoh ketika dipegang, yang membuat saya lebih kagum lagi, tidak ada perasaan takut bengkok ataupun patah mengacu pada ketipisannya yang hanya 8,3 mm.

Hisense Pureshot dan Pureshot Plus menggunakan tipe layar yang masih jarang digunakan di produk-produk merk lain, yaitu layar 2.5D, yaitu layar yang keempat sudutnya agak melengkung (jadi bukan segi empat yang lancip), dengan adanya bezel metal.
Radius kelengkungan Hisense Pureshot dan Pureshot Plus yang cukup kecil; tidak terlalu melengkung namun tidak tajam juga, buat saya merupakan komposisi yang baik dan efisien. Dan kalau diperhatikan, pada cover belakang produk Hisense Pureshot Plus saya, warna putihnya tidak polos, melainkan ada tekstur serupa garis-garis yang menambah kesan elegan serta berkelas.

Hard button berupa tombol volume dan on/off/lock berada di sisi sebelah kanan (untuk yang ini saya butuh waktu beradaptasi, karena seringnya saya menggunakan Android yang susunan tombolnya on/off dulu baru tombol volume). Sedangkan pada bagian depan gawai hanya ada soft button: menu, home, dan back.

Di bagian atas terdapat port untuk audio jack dan di bagian bawah merupakan speaker dan port USB. Sama seperti beberapa Android lainnya, tidak ada penggunaan LED untuk penanda notifikasi.

Untuk aksesoris, beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko perlengkapan gadget untuk menghias Pureshot Plus saya, namun sayang, gadget yang sudah dirilis sejak September 2015 ini masih belum menyediakan original flipcasenya ataupun sejenisnya, padahal saya suka sekali menggunakan flipcase.
LAYAR

PureshotPureshot Plus
Ukuran Layar5.0 inc, 720 x 1280 px
(~294 ppi pixel density)
5.5 inc, 720 x 1280 px
(~267 ppi pixel density)
Ukuran layar yang berhimpit dengan sisi ponsel membuat jari-jemaripun sangat leluasa bergerak. Saya memang menyukai desain layar touchscreen yang berhimpitan dengan sisi ponsel, apalagi dengan adanya multitouch 5 point, sangat efisien dalam memaksimalkan jangkauan ketika jemari harus bergerak cepat, geser sana, geser sini (misalnya untuk bermain rhythm game, cytus, hahaha).

Tidak perlu takut dengan benturan, goresan, ataupun gesekan, karena layar Hisense Pureshot dan Pureshot Plus dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 3 dengan Native Damage Resistance™ (NDR) yang mampu melindungi layar tiga kali lipat dari generasi sebelumnya.

Dan hal itu terbukti. Ketika sedang melakukan review ini, ponsel Hisense sempat terjatuh ketika saya menggerakkan kamera untuk memotret tanpa melihat posisinya, saya sudah khawatir benda itu akan tergores ataupun bocel, namun nyatanya tetap mulus. Fiuhh.

Untuk ketajaman layar, dengan 16M colors dan ukuran pixel di kisaran 267-294 ppi pixel, benar-benar bisa dibanggakan; sangat jernih dan kontras warnanya sangat memukau.
KAMERA

Pureshot dan Pureshot Plus
Kamera Belakang
13 MP, 4160 x 3120 pixels, Dual LED flash, f2.0
Kamera Depan
5 MP, LED flash
Video
Video 1080p @ 30fps
Fitur
Autofocus, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR

Saya cukup dibuat terpukau dengan hasil bidikan kameranya, bukan semata tulisan 13 MP biasa, namun buktinya benar-benar jelas. Beberapa kali saya sempat terjebak dengan tulisan kualitas megapixel di beberapa produk hp Android lainnya, tapi nyatanya kualitasnya jauh berbanding terbalik.

Berikut adalah beberapa contoh hasil jepretan amatir saya menggunakan Hisense Pureshot Plus, terlihat ada beberapa pembesaran yang saya lakukan, untuk menunjukkan bahwa hasil foto tidak pecah ketika diperbesar.

Mangga Harumanis | iso 100 | Exp 1/1079 sec
Masjid Agung Trans Studio Bandung
Resolusi gambar yang dihasilkan kamera Hisense Pureshot Plus saya cukup besar, 4160 x 3120 px. Ketika dilakukan pengeditan ukuran gambar (diperkecil ataupun diperbesar), kualitasnya tidak berubah, tekstur dan detail tetap terlihat jelas. Bahkan untuk foto Masjid Agung Trans Studio Bandung, yang saya ambil dari jarak sekitar 20 meter, detail bingkai kusen jendela tetap bisa diperbesar tanpa pecah. Wow!

Selfie dengan kamera depan Hisense Pureshot Plus
Pokoknya, Who Needs DSLR? Kalau kata Bapak Ferrij Lumoring, Chief Technology Officer PT Prakarsa Visi Valutama selaku Hisense Authorize.

Mie Akup (foto makanan yang detail bawangnya saja terlihat jelas).
Ada beberapa menu di Hisense Pureshot dan Pureshot Plus yang layak dicoba; Auto (pengaturan dilakukan dari ponsel), Macro (untuk objek kecil dan detail), Beauty, HDR (kontras warna yang memukau), Audio note (merekam gambar dan suara selama 10 detik - cocok untuk instagrammer!), baby mode (saat mengeklik akan keluar suara catchy untuk menarik perhatian obyek), Night dan Night por, PPT mode. Sedangkan efeknya: Emboss, Mono, Neon, Sketch, Posterize, Solarize, Negative, Sepia, dan Aqua.
KONEKTIVITAS
Pureshot dan Pureshot Plus
Jenis Kartu Sim
Dual Sim
Jaringan
- CDMA2000 1X / GSM 900 / 1800 / 1900
- CDMA EvDo Rev A 800 Mhz (SIM 1) & 3G GSM / HSPDA / HSPDA+ (SIM 2)
- LTE FDD 850 (5), 850+ (26), 900 (8), 1800 (3), 1900 (2) & LTE TDD 2300 (40)
GPRS
EDGE
Kecepatan
EvDo Rev A, EDGE, LTE cat 4 (DL 150 Mbps, UL 50 Mbps)
Wireless
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac dual band, Wi-Fi Direct, hotspot
USB Port
microUSB v2.0
Hisense Pureshot dan Pureshot Plus mendukung baik jenis kartu GSM dan CDMA, hal ini yang kembali membuat saya menarik napas panjang, karena saya tidak perlu repot-repot membawa dua ponsel lagi. Walau kedua slot bisa digunakan untuk berbagai macam jaringan, namun kita harus memilih satu kartu saja untuk mengaktifkan 4G, lalu kartu lainnya akan menggunakan jaringan GSM. Hal ini tentu saja untuk menghemat baterai dan kuota, jika kedua SIM card kita adalah 4G.

Untuk kualitas koneksi 4G tentu tidak bisa lepas dari si provider bawaan, tapi di sini saya cukup melihat perbedaan yang signifikan sekali, ketika SIM card saya masih 3G tapi saya pasang di Hisense Pureshot Plus, kemampuan penerimaan sinyalnya menjadi lebih kuat, apalagi ketika kartu sudah saya migrasi ke 4G, waduh, performanya bener-bener ngga nguatin!

Selain itu, kekuatan sinyal Wi-Finya membuat saya terkesan. Kebetulan router wifi di rumah saya berada di lantai satu, jadi kalau saya pergi ke loteng (ngejemur baju), maka sinyalnya sudah blab-bleb, alias hilang. Berbeda ketika menggunakan Wi-Fi dengan Hisense Pureshot Plus, sinyal dapat tertangkap dengan baik tanpa lemot.
HARDWARE dan MEMORY
Pureshot dan Pureshot Plus
Memory
Internal 16 GB
Eksternal microSD, up to 128 GB
Ram
Qualcomm Snapdragon 415
Chipset
EvDo Rev A, EDGE, LTE cat 4 (DL 150 Mbps, UL 50 Mbps)
Processor
Octa Core 1,4 GHz - Cortex A53
GPU
Adreno 405

Spesifikasi Hisense Pureshot dan Pureshot Plus yang garang ini disebut-sebut sebagai The Dragon Brain, dan begitulah nyatanya karena beberapa ponsel 4G LTE lain yang awalnya sempat saya jadikan jagoan ternyata harus rela berada di bawah Hisense Pureshot dan Pureshot Plus. Apalagi di antaranya masih menggunakan Prosesor Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410, Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53, dan GPU Adreno 306, padahal kalau diperhatikan harganya hampir sebanding, lho.

Tentunya spesifikasi ini sangat mempengaruhi kinerja gawai, donk. Proses loading aplikasi dirasa sangat cepat. Sebagai sosialita, saya memiliki minimal 5 aplikasi sosial media yang terus aktif dan 4 aplikasi chatting, dan beberapa akun email aktif, semuanya tersinkronisasi dengan baik.

Belum lagi 4 game yang rutin dimainkan; salah satunya Cytus dan HayDay, kedua aplikasi tersebut bisa dibilang cukup berat, dengan file cache yang juga tidak kalah memakan ruang penyimpanan. Menggunakan tablet sebelumnya, saya harus bergelut dengan kondisi "Insufficient storage" setiap harus download update-an, namun, dengan Hisense Pureshot Plus, wah ngga ada tuh yang kayak gitu.

Tampilan grafis yang indah serta kualitas warna yang tajam membuat saya bisa menikmati berbagai macam foto di internet dengan baik, kontras warna terlihat dan detailnya juga baik.

16 GB tentunya sudah lebih dari cukup, kalau teman-teman tidak terlalu gemar download dan cukup rajin untuk mem-backup file ponsel ke PC, namun jika tidak, memory bisa ditingkatkan menggunakan microSD hingga 128 GB, wow, cukup setara dengan harddisk laptop saya, hahaha.
SOFTWARE dan FITUR
Pureshot dan Pureshot Plus
Sistem Operasi
Android OS, v5.0.2 (Lollipop)
User Interface
Vision UI 2.0
GPS
A-GPS, GLONASS, Beidou, Qualcomm IZat Gen8C Lite
Sensor
Compass, Light, Accelerometer, Proximity, Gyroscope, Sound, Magnetic
Lain-Lain
- Active noise cancellation with dedicated mic
- viD/DivX/MP4/H.264/ H.265 player
- MP3/WAV/eAAC+/FLAC player
- Photo/video editor
- Document viewer
- Voice memo/dial/commands

Sistem Operasinya upgradable, jadi spesifikasinya masih mumpuni untuk dipasang OS Marshmallow, tapi buat saya, OS Lollipopnya sudah cukup ok dan praktis, sih. UI nya menggunakan Vision UI 2.0 yang merupakan bawaan dari Hisense sendiri, sangat rapi dan mudah diatur. Beberapa aplikasi pendukung seperti touchpal, tap wake up screen, motion gesture dan WPS Office yang sangat mendukung saya dalam melakukan kegiatan blogging dan olah dokumen. Ada juga photo/video editor sehingga saya tidak perlu repot-repot download lagi.

Sensornya, terutama GPS sangat akurat, beberapa kali saya mengecek posisi keberadaan saya serta mencari navigasi, dan berhasil ditunjukkan secara tepat.

Dilengkapi dual silicon dan Active noise cancellation with dedicated mic, saya bebas merekam suara tanpa khawatir adanya noise yang ikut serta.
AUDIO

Wuih saya dibikin penasaran dengan adanya embel-embel Dolby Digital Plus di cover belakang. Biasanya yang saya tau Dolby hanya ada ketika saya nonton bioskop sama si abang #duileh, taunya sekarang Dolby muncul di Hisense Pureshot Plus (dan Pureshot) sayah! OMG!


Tidak tunggu lama, saya segera menjajal kemampuannya untuk mendengarkan video-video HD di Youtube (tentunya dengan koneksi 4G donk). Hasilnya? Sungguh menarik, ambiencenya benar-benar real seperti di bioskop; suara bass, dentuman-dentuman, ataupun detail-detail instrumen yang biasanya bercampur baur benar-benar clean dan dramatis banget. Gila banget!

BATERAI
PureshotPureshot Plus
Ukuran LayarPureShot+: Li-Ion 2.200 mAhPureShot+: Li-Ion 2.500 mAh

Hisense Pureshot dan Pureshot Plus hadir dengan removable battery (bisa dilihat di unboxing video). Jika dibandingkan dengan produk lain yang berada di kelasnya, pemilihan batereinya cukup standar. Ada beberapa gadget 4G yang bertahan dengan 2.000 mAh, namun ada juga yang sudah menggunakan daya 3.000 mAh. Well, menurut saya kembali lagi pada pemakaian. Harapan saya, mungkin Hisense akan menyediakan baterei bawaan yang di atas 2.500 mAh ke depannya, mengingat baterei merupakan produk terpisah.

Berdasarkan pengalaman, menggunakan charger asli, untuk mengisi baterei dari 10% hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam. Namun pemakaiannya bisa bertahan hingga lebih dari 24 jam (pemakaian aktif-normal, akumulasi sosial media 3 jam, main game 3 jam, chatting/messenger standby, talktime 2 jam) menggunakan koneksi 4G.

Kalau hanya standby dengan menggunakan koneksi Wi-Fi, gawai bisa bertahan hingga 2 hari, lho.

KESIMPULAN
Tidak butuh waktu lama buat saya untuk jatuh cinta secara total dengan Hisense Pureshot Plus, secara keseluruhan saya sudah langsung puas dengan performanya, baik dari segi fungsinya sebagai ponsel juga dari fitur kameranya. Belum lagi secara teknis kemampuannya multitasking dalam memberikan pengalaman berinternet (sosial media dan multimedia), entertainment, juga bisnis (dokumen dan e-mail).

Untuk kegiatan gaming, spesifikasi Hisense Pureshot dan Pureshot Plus sudah sangat mendukung, namun akan lebih baik lagi jika kapasitas baterai bisa lebih ditingkatkan melihat para gamer sejati kuat untuk bermain lebih dari 10 jam sehari, hehehe #curcol.

HISENSE PURESHOT | ~Rp. 2.700.000,-
HISENSE PURESHOT PLUS | ~Rp. 3.200.000,-
http://www.hisense.id/Product
★★★★☆ (4/5) | Availability: 
PRO
CONS
- 4G LTE
- Support GSM dan CDMA
- Kualitas kamera jernih dan tajam
- Audionya disupport Dolby! Ciamik
- Desain premium dengan layar 2.5D
- Multitasking dan pengalamann internet memuaskan karena spesifikasi tinggi dan modern.
- Baterai, walaupun tidak signifikan.
- Aksesoris masih kurang, 
tidak bisa mendandani ponsel biar centil, hahaha.
Rilis: September 2015

Demikian review yang tidak terlalu singkat dari saya tentang produk Hisense Pureshot dan Hisense Pureshot Plus.

Sekedar info: per 1 Desember 2015, Hisense Indonesia mengadakan program Pureshot/+ PROMO CASH BACK sebesar Rp. 700.000. 


Pureshot (5 inch) Rp. 2,699,000 jadi Rp. 1,999,000,-
Pureshot+ (5,5 inch) Rp. 3,199,000,- jadi Rp. 2,499,000,- 

Dan ada pula promo TRUE UNLIMITED SMARTFREN HANYA Rp. 75,000,- dari harga awal Rp. 300,000, khusus untuk pengguna Hisense Pureshot/+.


Bagaimana menurut teman-teman? Apa sudah ada yang menggunakan gawai 4G? Ponsel 4G seperti apa yang teman-teman pilih?

Sampai bertemu di tulisan berikutnya.

You May Also Like

14 comments

  1. Keren yah.
    Harus nabung buat beli ini biar foto blog tambah kece

    ReplyDelete
  2. Wuaahhh, Ponselnya kece badai ... Jadi pingin beli.

    ReplyDelete
  3. Kereeen reviewnya.Videonya juga kece. Aku masih utak atik videonya ini :D

    ReplyDelete
  4. Wiiih...reviewnya komplit plit plit mba noniq...goodluck ya :)

    ReplyDelete
  5. OMG dua2nya keren : reviewernya makin kece dg hisense pureshot plus-nya !
    Berdecak terpesona dg hsl jepretannya (semangkok mie) so clear great shot.

    Ingin memiliknya ...

    ReplyDelete
  6. Kumplitnya reviewnya maks. Jujur, aku ama istilah2 techno inipun gaptek xixixi. 😀 tapi selalu seneng en sdkt ngences lihat gadget2 baru pa lg yg 4g :)

    ReplyDelete
  7. Jadi ngiler nih, kalau ada uang aq beli ah, makasih ya gan

    ReplyDelete
  8. mauuuu dong pake hisense Niq, buatku aja atuh itu henponnyah :D

    ReplyDelete
  9. Kalo pakek 4G LTE, downloadnya WUS WUS banget XD tapi harus inget kuota... kalo di inget inget jadi nyesek XD hhahahaha

    ReplyDelete
  10. Saya beli Hisense Pureshot Plus seharga 2,5 juta tanpa ekspektasi apapun selain hape yang kamera belakangnya instagramable. Seiring berjalannya waktu, saya mulai tertarik melakukan ini dan itu, lalu download berbagai applikasi dari playstore. Dan luar biasa! Mulai dari youtube-an biasa, live streaming drama korea, multitasking, main game mobile mmorpg (bukan mobile game biasa!), semua lancar kayak jalan tol. Sekarang saya baru instal autodesk, applikasi untuk digital drawing. Pas nggambar pake jari, akurasinya nyaris sempurna. Touchsreennya bener2 sensitif, enak banget buat gambar (walau kalo pake jari, ga bisa pressure sensitive) . Saya jadi mikir, kayaknya gak perlu beli tablet atau drawing tablet lagi deh. Ini lagi mau beli stylus pen. Semoga compatible sehingga saya bisa cancel tuh cita2 beli wacom (drawing tablet) yang harganya selangit.

    ReplyDelete
  11. Saya jg bruntung punyabnih hi p performa n kualitas fitur2nya gk ngecewain,pernah bbrpa kali gonta ganto hp dgn spek di atasnya tp nih hp bwt salut gw sip dah pkoknya

    ReplyDelete