Destinasi Favorit di Resort World Genting, Malaysia? Banyak!

by - Friday, November 03, 2017



Dataran tinggi Genting atau dikenal juga Genting Highlands merupakan kawasan resor yang terletak di Pegunungan Titiwangsa, kira-kira 58 km di timur laut Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan ketinggian sekitar 6.000 kaki di atas permukaan laut dan suhu udara antara 15-22 derajat Celcius, Genting merupakan salah satu lokasi wisata untuk ngadem.

Tengah bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi Resort World Genting (RSG), resor terpadu yang menyediakan banyak aneka hiburan; kuliner, area belanja, pusat budaya, hingga relaksasi. Dari sejak berdirinya sekitar 50 tahun lalu hingga saat ini, RSG sudah memiliki enam hotel dengan total 10.000 kamar, dan sukses menerima 20 juta pengunjung setiap tahunnya.

Membawa tagline "Exciting Things Are Happening", pembangunan dan pengembangan RSG hingga kini masih terus berjalan, apalagi sebentar lagi, rumornya bakal ada wahana terbaru (dan pertama di dunia) Twentieth Century Fox World yang disertai pembukaan hotel baru Genting Highlands Premium Outlets.

Siapa tau ada teman-temin yang berencana berangkat ke Genting, khususnya Resort World Genting dalam waktu dekat, berikut adalah cerita lengkap saya di Genting selama 3 hari 2 malam.

BERANGKAT DARI BANDUNG KE GENTING

Pesawat saya dijadwalkan pukul 8.30 dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sehingga saya yang dari Bandung, harus sudah duluan nyubuh berangkat dari Prima Jasa Batununggal jam 3 pagi. Kebayang, saya baru packing jam 12 malam, 3 jam sebelumnya. Hahaha.

Saya tidak sendiri ketika berangkat ke Malaysia, melainkan bersama beberapa blogger dan kru TV, walau saya sudah menerima daftar nama siapa saja para pesertanya, namun tetap saja, saya tidak kenal (karena memang, nama yang tercantum kan nama aslinya, dan saya ngga ngeh). Sehingga sampai sebelum masuk pesawat, saya masih belum bertemu mereka karena beberapa peserta berada di area seat terpisah

Kecuali Adam 'Pergi Dulu, saya membutuhkan waktu untuk menghapal wajah-wajah peserta yang akan melakukan perjalanan tur Resort World ini. Perkenalan pertama saya adalah dengan Mas Wira Nurmansyah dan salah satu kru Trans TV, karena memang di pesawat keberangkatan menuju Kuala Lumpur, saya duduk di tengah-tengah  mereka.

DRAMA BANDUNG - JAKARTA

Jadi di tengah-tengah perjalanan menuju Jakarta, saya sempat lupa membawa Memory Card kamera! Yaelah! Karena memang, beberapa hari sebelum keberangkatan saya sibuk banget ngider kemana-mana, walaupun saya sudah inget-inget untuk menyelipkannya ke kamera, kok ya tetep kelupaan!

Sepanjang jalan saya sempat gundah gulana; mulai dari berencana mengganti jadwal keberangkatan Bandung-Jakarta agar bisa balik ke rumah lagi mengambil memory card, tapi ternyata pihak armadanya tidak menyarankan, takutnya saya malah jadi terlambat sampai ke bandara.

Sampai saudara saya berinisiatif untuk mengantarkan memory card di rest area terdekat di tol (iya, dia mau mengambil memory card di rumah, lalu nyusul masuk tol), which gagal! Karena si Prima Jasanya jalannya lancar banget dan on time. Saya sempat minta tolong untuk nunggu sebentar, lah si pengemudinya ngga mau. Ya sudahlah nasib.

Akhirnya bagaimana? Saya sampai putar otak, apa yang harus saya lakukan. Karena saya sendiri juga tidak hapal pertokoan di bandara Soekarno Hatta. Wah, Puji Tuhan, ternyata di Soekarno Hatta ada yang jual perlengkapan handphone; termasuk memory card dan powerbank. Hore!!!

Tau gitu saya mending tidur nyenyak di Prima Jasa kan ya!

Bersyukur, seluruh proses administrasi dan imigrasi berjalan dengan baik, hingga akhirnya perjalanan ke Kuala Lumpur juga lancar, tidak ada keterlambatan pesawat.

DAY 1. KUALA LUMPUR MENUJU GENTING, MALAYSIA

Setibanya di bandara Kuala Lumpur, baru deh, saya tau, satu-persatu, siapa aja blogger yang tergabung dalam group trip Resort World ini. Kami sempat bingung mencari contact person yang akan membawa kami ke Genting, namun ternyata di Bandara Kuala Lumpur ada counter Resort World, sehingga kami dipersilakan menunggu di dalam, sambil menunggu jemputan.

 
Of course foto ini diambil pas kita baru naik mobil dari bandara KLIA menuju Genting, wajah masih sumringah. 
Padahal setibanya di Genting kami semua sudah lemes tak berdaya.

Dari Kuala Lumpur kami langsung menuju ke Genting. Perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar satu jam, dengan situasi jalan yang berliku, belokan tajam dan menanjak. Wah, perut saya sempat mual namun saya paksakan mata ini untuk tidur biar ngga terlalu pusing. Apalagi cuaca kala itu mendung dan semakin menanjak pemandangan makin memutih karena tertutup kabut.

Bersyukur sang supir sangat paham jalan, walaupun dia mengendarai dengan ngebut dan seringkali membuat saya jantungan dan mendadak terbangun, ya, akhirnya nyampe jugak! Ya, disamping kondisi jalan yang lancar tidak macet, Kondisi jalan menuju ke Genting ini lebar dan rata beraspal, tidak berbatu-batu, sehingga perjalanan memang bisa dibilang cukup nyaman.


Memasuki Resort World Genting, kami langsung menuju Hotel On The Park, hotel yang akan menjadi tempat kami bermalam selama kami berada di Genting. Kebetulan saya sudah membahas hotel ini lebih dulu, teman-temin bisa baca bahasan dan menonton vlognya di link di bawah ini.

 baca di sini 

Review Hotel On The Park, Genting, Malaysia


Kami sempat melakukan hotel tour sebelum kami memasuki kamar kami, iya, tiap kami mendapat kamar masing-masing. Di tengah kondisi Genting yang dingin dan berkabut, yang mana, enaknya ya selimutan di kamar sambil minum coklat panas, kami diberikan waktu 30 menit untuk bersiap di kamar untuk kembali ke lobby memulai rangkaian acara kami di Genting. Yes, it was a tight schedule, indeed.

KISAH SUKSES DIBALIK BISNIS RESORT WORLD


Setelah berkumpul di lobi, kami dipandu oleh Mr Jay Ang Tan, memasuki kawasan Sky Avenue yang berlokasi tidak jauh dari hotel kami. Dan for real, Sky Avenue itu sebuah mall terpadu yang benar-benar luas dan mewah! Saya sukses ngga apal rutenya saking luasnya. Untungnya, saya memang tidak perlu menghapal peta Sky Avenue karena memang petunjuk jalan di sepanjang mall cukup lengkap dan jelas.

Saya sempat memanfaatkan free time untuk jalan-jalan. Menyempatkan berkeliling melihat-lihat retail storenya dan beruntung, saya menemukan counter fashion Vincci sedang sale!

Jadilah saya membeli  jam tangan di sana. Hehehe. Ceritanya lagi ada SALE Brand VNC nih, RM 50 dapat dua buah jam tangan! Hahaha...

Ok, balik ke topik awal ya, jadi tujuan pertama kami adalah The Visitors Galleria, yang merupakan museum mini yang menyimpan sejarah pembangunan dan profil pendiri kawasan Resort World. Walaupun ruangannya terlihat kecil, namun dalamnya sarat informasi!

Mulai dari kisah sang pendiri, hingga rekaman proses pembangunan dan pengembangan kawasan Resort World ini. Selain itu juga ada ruangan penghargaan, area maket yang menggambarkan kawasan Resort World Genting secara keseluruhan.

Setelahnya, kami dibawa ke ruangan presentasi untuk mengenal lebih lanjut mengenai konsep umum Resort World Genting ini.








Tujuan selanjutnya kami makan malam di Burger and Lobster, untuk pertama kalinya saya menikmati perpaduan burger dan daging lobster yang mewah! Rasa burgernya pada dan daging lobsternya gurih segar.

Wah, pokoknya sebuah pengalaman yang tidak terlupakan. Untuk review Burger and Lobster sendiri saya sudah tulis di postingan terpisah dan teman-temin bisa membacanya melalui link di bawah ini.

Foto di samping adalah saya bersama kru TV dan koh Deddy Huang, blogger asal Palembang.


DAY 2. BERKELILING RESORT WORLD GENTING


Hari kedua, saya bangun dengan segar sekali, kalau teman-temin sudah baca tulisan saya tentang Review Hotel on The Park, pasti sudah bisa membayangkan, kamar hotelnya yang nyaman dan udaranya sejuk (karena jendela bisa dibuka sehingga bisa merasakan langsung udara Genting). Setelah mandi air panas dan menyeruput kopi sachet yang disediakan di kamar, I'm ready to explore!

Setelah kembali berkumpul di lobby, kami semua diajak menikmati sarapan di Food Factory, semacam breakfast buffet, pilihan menu makannya bervariasi; dari Chinese food, Melayu hingga Indian.

Wah, sayang sekali karena terbatasnya waktu dan jadwal acara yang padat - saya membatasi diri untuk tidak melahap banyak menu karena takut kekenyangan yang menyebabkan saya biasanya jadi cepat ngantuk dan lemas, hehehe.


Seni Kome Peng Heng, East Cost Arts and Cultural Centre


Tujuan selanjutnya adalah mengunjungi Seni Kome Heng Peng, Pusat Seni dan Budaya Pantai Timur. Masih berada di dalam First World Plaza, Seni Kome merupakan dialek mayoritas masyarakat Malaysia yang biasanya tinggal di Pahang, artiya "Seni Kami". Sedangkan Peng Heng merupakan nama sebutan kawasan Pantai Timur di Semenanjung Tanah Melayu berdasarkan dokumen sejarah Dinasti Ming tahun 1520-an.


Sehingga pada dasarnya, Seni Kome Peng Heng ini berisikan seni dan budaya masyarakat yang bertempat di kawasan Pantai Timur; Pahang, Terengganu, dan Kelantan. Secara umum, budaya Pantai Timur banyak mendapat pengaruh dari budaya Indonesia; keris, gamelan, wayang kulit, kain tenun, bahkan permainan anak-anaknya (layangan, congklak, dan sebagainya).

First World Hotel



Ya, gambar di atas merupakan penampakan First World Hotel, yang diklaim sebagai hotel dengan kamar terbanyak di Resort World Genting. Dan yang paling keren dari hotel ini adalah, kita bisa booking kamar, check in dan check out menggunakan Automatic Machine seperti foto di atas.

Secara fasilitas sih, kamar ini biasa aja menurut saya, tapi kamarnya yang banyak itulah yang menjadi nilai jual hotel ini - dan yang pasti, tujuan kebanyakan wisatawan bermalam di sini adalah, apalagi kalau bukan ingin menghabiskan waktu di kasinonya. Wow! Sayang karena jadwal trip yang padat, saya tidak sempat melihat masuk ke dalam kasinonya, hehehe.

Menyantap Pizza di Motorino


 

Menu makan siang kami adalah Pizza dari Motorina, salah satu restoran Pizza yang terkenal dan wajib dikunjungi kalau kita sedang berada di Resort World Genting. Pizzanya renyah dan topping dagingnya benar-benar padat dan berasa banget.


Mengunjungi Chin Swee Temple dengan 
Awana Sky Way, Glass Floor Gondola


Setelah kenyang, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kami berkesempatan mencoba Awana Sky Way, Gondola yang lantainya terbuat dari kaca. Wuihh, rasanya deg-deg serr gimana gitu. Saya seakan berjalan di atas awan.

Awana Sky Way membawa kami ke Kuil Chin Swee. Kuil cantik dan pelatarannya luas serta asri. Saya jadi teringat cuplikan film Legenda si Ular Putih, yeah I know, I'm that old.


Walaupun kuil merupakan suatu tempat ibadah yang notabene bukan untuk keyakinan saya, tapi berhubung areanya dibuka untuk umum, saya menantang diri untuk naik ke puncak kuilnya juga di lantai 9!

Mumet bo! Tapi asli, pemandangannya keren abis!

Genting Highlands Rain Forest, Fashion Forest


Karena cuaca sudah mulai gelap dan mendung, kamipun segera beralih dari Kuil Chin Swee menuju destinasi berikutnya dengan menggunakan mobil; yaitu sebuah hutan modern yang berada di sebuah bukit - masih dalam kawasan Resort World Genting.

Uniknya, hutan ini disebut Fashion Forest. Saya sempat bingung, apa sih maksudnya hutan mode?

Ternyata oh ternyata, konsep hutan ini adalah digital, dimana seluruh area hutan dijangkau oleh sinyal WIFI. Lah, apa hubungannya? Jadi setiap tanaman ataupun obyek-obyek yang ada di hutan ini diberi bar code, dan ketika para wisatawan memindainya menggunakan QR scanner pada ponsel, muncullah keterangan mengenai obyek yang kita pindai tersebut.

Jadi, kita ngga perlu bingung "Pohon apa ini?" atau "Binatang apa ini" - karena ada kertas bergambar QR code yang bisa dipindai.



Asli keren banget! Walaupun menurut saya hutannya tidak semenantang hutan Indonesia - yah mirip-mirip hutan di kawasan Lembang deh, tapi menyusuri tapak demi tapak, merasakan udara yang segar dan pemandanga hijau, tetap menyenangkan dan menjadi pesona tersendiri buat saya.

Makan Malam Steamboat di Resort Seafood




Fashion Forest menjadi obyek wisata terakhir yang kami kunjungi di Resort World Genting, sebagai akhir dari acara kami diajak menikmati santap makan malam steamboat di Resort Seafood. Sebagai penggemar makanan laut, wah saya benar-benar tidak ingin melewatkan.

Steamboat set kami terdiri dari kuah Tom Yam dan Sup ayam. Untuk menu isiannya terdiri dari; jamur shitake, jamur enokitake, jamur chimaji, daging kepiting, potongan ayam, teochew wantan (semacam pangsit), bakso ikan (pedas dan tidak pedas), jaur Fuzuk gulung, pangsit sui kow, irisan ikan, udang, kacang, aneka sayur, telur dan mie.

Rasanya? Tentu tidak perlu ditanyaka, terkhusus udang dan ikannya, rasa dagingnya benar-benar segar. Belum lagi kuahnya yang hangat dan gurih. Beberapa blogger menyantapnya dengan nasi jahe, tapi karena saya takutnya tidak doyan, jadi saya tidak menggunakan nasi dan hanya menyantap lauk saja.

Itupun sudah bikin saya kenyang!



DAY 3. SEMANGAT WALAU SEMPAT MUAL MENUJU LANGKAWI




Hari ketiga, tinerary kami adalah berangkat menuju Resort World Langkawi, sehingga pagi-pagi setelah packing dan sarapan nasi lemak di hotel saya bangun dengan segar sekali, kalau teman-temin sudah baca tulisan saya tentang.

Grup saya mempunyai jalur komunikasi via Whatsapp sehingga biasanya pagi-pagi, mereka sudah siap saling mengingatkan "Ayo kumpul di lobby" atau "Saatnya sarapan" dan sebagainya - sehingga Puji Tuhan, sampai akhir acara, semua jadwal bisa dilaksanakan dengan baik dan on time.

Akhirnya tiba saatnya untuk kami check out menuju bandara Kuala Lumpur. Cuaca saat itu benar-benar dingin dan berkabut, ditambah akibat makan santan pagi-pagi, perut saya agak meronta-ronta. Yang bikin saya makin tidak nyaman adalah ketika perjalanan dari Genting ke KL yang kondisinya menurun tajam dan berkelok-kelok, asli saya mual banget.

Bersyukur, kami sempat mampir ke Genting Highlands Premium Outlets; untuk sekedar lihat-lihat belanja, saya akhirnya bisa mengeluarkan semuanya di toilet! Setidaknya, sisa perjalanan menuju bandara bisa saya lalui dengan tenang.

Selanjutnya saya akan bercerita mengenai kunjungan saya ke Langkawi di tulisan berikutnya ya!


See you!


You May Also Like

0 comments