Berjumpa Elang Langkawi di Kilim Geoforest Park

by - Thursday, January 11, 2018

Review Kilim Karst Geoforest Park Langkawi

Memakan waktu sekitar 45 menit dari tempat saya, Resort World Langkawi, untuk sampai di Kilim Geoforest Park dengan mengendarai mobil. Pagi itu jam 9, di tengah cuaca di Langkawi yang mendung karena matahari sedang mager dibalik awan, saya dan beberapa blogger sudah siap untuk menjelajahi sungai Kilim. Berbeda dengan di Genting, suhu udara di Kilim yang memang dekat dengan laut lepas ini memang cenderung lebih panas, membuat saya galau mau pakai jaket atau tidak - pakai jaket di bawah udara panas memang malesin, tapi mampu menghindari saya dari kegosongan yang hakiki, hahaha.

Memangnya saya mau ngapain di Kilim Geoforest Park? Yap, kali ini saya berbagi kisah ketika saya diajak untuk menyusuri hutan mangrove Langkawi.


Terletak di sepanjang ujung timur laut Pulau Langkawi, Kilim Karst Geoforest Park Langkawi yang menurut informasi memiliki bentang hampir 100 kilometer persegi memang terkenal dengan rawa mangrove, pantai, serta perbukitan karstik vertikal yang menonjol menuju Laut Andaman

Kata pemandu saya, terdapat beragam jenis satwa liar yang dapat ditemui; berang-berang, kadal, kera dan kepiting pohon yang bersembunyi di antara hutan bakau yang lebat. Selama musim migrasi (bulan September sampai Maret), jika beruntung, saya berkesempatan melihat burung dari berbagai spesies, termasuk kingfishers, elang ikan putih dan elang layang-layang. Wah, saya jadi makin penasaran! Apalagi mengingat burung Elang memang hewan yang ikonik banget di Langkawi.


Perahu yang saya naiki itu sejenis yang biasa kita sewa kalau lagi berkeliling danau Situ Patenggang, perahunya muat sampai 10 orang. Tidak pakai lama, boatpun mulai menyusuri sungai dengan kecepatan penuh, perjalanan agak bergelombang karena ombak air yang cukup tinggi, anginpun terasa kencang ketika menerpa wajah saya, belum lagi riakan air yang beberapa kali membasahi punggung saya akibat gerakan boat yang agak loncat-loncat. Wah, saya bersyukur tidak mabuk laut.

Tapi seru!

Area Langkawi ini cukup berdekatan dengan perbatasan Thailand, sehingga tidak mengejutkan ketika di tengah perjalanan, ponsel saya berganti sinyal yang menunjukkan saya sudah berada di Thailand!

"Welcome to Thailand" demikian SMS yang saya terima - padahal saya sedang berada di tengah laut! Katanya sih kita memang bisa menuju Thailand lewat Langkawi dengan menggunakan kapal ferry. Wah, asyik, ya. 


Menegangkan tapi kagum. Begitulah perasaan saya ketika melihat pemandangan laut tanpa ujung di hadapan saya. Warna biru yang mendominasi pandangan mata saya memberikan kesegaran tersendiri. Perahupun mulai menurunkan kecepatannya, memberi kami kesempatan untuk mengambil beberapa gambar.

Perbukitan yang saya banyak temui di wilayah Kilim Karst Geoforest Park Langkawi tersusun dari formasi batu kapur yang berusia lebih dari 500 juta tahun, dengan nama unik seperti Kuil Borobudur, Batu Gajah dan Taman Gantung. Ada juga banyak gua yang penuh dengan fosil serta stalagmit raksasa dan stalaktit, yaitu Gua Crocodile, Gua Legends, dan Bat Cave (gua kelelawar).

Selain berpapasan dengan perahu turis, saya juga beberapa kali melihat perahu nelayan.



Dan perjalanan kami berlanjut memasuki hutan mangove. Hutan mangrove atau disebut juga hutan bakau merupakan hutan yang tumbuh di air payau dimana pertumbuhannya dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh di daerah rawa (tempat yang sering terjadi pelumpuran), seperti di teluk-teluk yang terlindung dari ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari hulu.

MELIHAT MONYET DAN ELANG LANGKAWI


Saya sempat melihat penampakan ular yang sedang tidur tapi belum sempat melihat buaya sih di sepanjang perjalanan kami menyusuri hutan mangrove.


Pemandangan berikutnya ialah, kami disambut banyak monyet liar!


Dan, kami diajak oleh pemandu memberikan mereka makanan berupa serpihan roti kering dan kacang. Tidak disangka, para monyet begitu antusias memakan makanan yang kami lemparkan ke air, bahkan sebagian dari mereka sampai berenang menghampiri dan loncat masuk ke dalam perahu kami!


Pemandangan berikutnya yang tidak kalah memesona adalah ketika tiba-tiba banyak elang beterbangan di atas perahu kami. Elang Langkawi! OMG, mereka bergerombol juga sempat mengelilingi perahu turis yang berada di dekat kami.

Sungguh momen yang sangat berkesan.

Sayang, saya tidak mampu mengabadikan gambar elang-elang tersebut, ahahaha, alias fotonya kebanyakan blur karena gerakan elang tersebut benar-benar cepat!


Sebelum mengakhiri perjalanan kamipun diajak singgah ke peternakan ikan terapung dimana kami bisa memberi makan ikan pari dan ikan pemanah. Beberapa turis juga ditawarkan untuk menangkap ikannya sendiri untuk nanti dimasak dan dihidangkan.

Peternakan dan restoran terapung

Di sana saya menikmati santapan ikan laut, mulai dari ikan bakar, ikan goreng, sayur ikan kuning (rasanya seperti sejenis arsik, tapi rasa bumbunya tidak sekuat arsik), lalu ditambah sayuran capcay dan buah.

Sedap banget! Apalagi kami menyantapnya dengan ditambah aroma laut dan iringan gemericik ombak air.


Pengalaman yang luar biasa, karena ini merupakan kali pertama saya melihat hutan mangrove, hehehe.


Teman-temin ada yang menyukai wisata alam? Apakah ada yang sudah pernah mengunjungi Hutan Mangrove?

Kilim Karst Geoforest Park Langkawi 
Lokasi: 3 kilometer timur laut Pantai Tanjung Rhu 
Kisaran harga: RM200 - RM500 (Rp 700.000 - 1.750.000,-) 
untuk kapal dan pemandu wisata (per akhir awal tahun 2018).

Sampai bertemu di tulisan berikutnya!


You May Also Like

7 comments

  1. Heyyyy dear friend, asyeek banget saya serasa ikutan ke sana.

    Pernah dulu jaman sekolah praktek lapangan seputar kehidupan flora & fauna di hutan Mengrove di Jawa. Akar tanaman BAKAU / mangrove kokoh sangat kokoh.

    Yang di Langjawi ini sungguh lebih eksotk dengan kumpulan burung elangnya.
    Dan ituuuu eh saudaraku banyak di sana ..wkwkkwkw ... monyet2 yang nampak akrab.

    Paket hrga segitu layak lah untuk sebuah wisata yang amazing.

    Ditutup dengan sajian makan yang sangat menngiurkan.

    Foto2nya siiiip GREAT SHOT ... BEST lah !

    ReplyDelete
  2. Belum pernah ke hutan mangrove, pasti asyik banget pengalamannya

    ReplyDelete
  3. Aku belom pernah wisata hutan mangrove niq, btw aku geli kalo lihat monyet berkeliaran, trauma pernah digabrug soalnya hahahaa..

    Kemaren pas traveling diundang temen dr Malaysia, mau ke Langkawi, cuma bawa anak2 kecil banyak, jadi ga nyaman kalo bawa mereka, ga jadi weeh :(

    Ternyata keren ya, ahh berasa dibawa jalan2 deh, makasih niq sharingnya

    ReplyDelete
  4. Wow, nniq sampai ke Thailand walaupun sinyalnya, hehehe seru banget nih travelingnya sampai ke Langkawi, jalan-jalan ke hutan mangrove, foto-fotonya juga kece

    ReplyDelete
  5. itu monyetnya nakal2 ngga..? cuma ngambil makanan yg disuguhkan aja, ya, ngga ngambilin barang2 turis?

    tapi hutan mangrove emang keren ya, dan patut banget dilestarikan

    ReplyDelete
  6. Seru banget teh jalan-jalannya.. Semoga tahun ini bisa ke Langkawi juga, belum pernah deh ke hutan mangrove gitu hihi

    ReplyDelete
  7. Segera bergabung di HASHTAG OPTION, Platform Trading FOREX berbasis di Indonesia.
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Trading di peralatan apa pun
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT


    Jika anda bingung mencari broker yang aman dan tercepat, anda bisa bergabung bersama kami.
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    ReplyDelete