Bukan Hanya Kue Kering, Ini 5 Menu Sajian Natal Yang Wajib Ada

by - Thursday, November 08, 2018


Wah tidak terasa, Hari Raya Natal akan segera tiba. Padahal rasanya baru kemarin saya membuat resolusi tahun baru, yang, sudah saya lupakan apa isinya dan pastinya tidak pernah tercapai (salah satunya untuk rutin berolahraga).

Walau mall memang belum menggunakan atribut Natal setidaknya aroma Natal sudah memenuhi grup Whatsapp saya, apalagi kalau bukan grup seputar panitia Natal; grup pemusik Natal, grup Panitia Natal, grup drama Natal, grup paduan suara Natal dan sebagainya. Ramai! Dan pastinya per bulan November ini segala persiapan memang sudah mulai berjalan, karena beberapa peryaan Natal bahkan tidak diadakan pas tanggal 25 Desember, malah awal bulan Desember sudah ada yang curi start membuat acara perayaan Natal. Hehehe.

Well, ngomongin Natal pastilah tidak bisa lepas dengan makanan. Saya yakin tiap keluarga pasti memiliki hidangan kesukaan yang memang dikhususkan untuk disajikan di hari raya. 

Saya tidak menyebutnya tradisi Natal karena memang di keluarga saya, hidangan-hidangan Natal tersebut bisa dibilang bukan hidangan spesial - kadang tidak perlu menunggu Natal untuk menyajikannya, tapi somehow, hidangan-hidangan ini memang lebih nikmat disajikan saat Natal karena:

1. Kebersamaan ketika menyantapnya bareng keluarga.
2. Bahan-bahan untuk hidangan ini bisa dibilang rada mahal ya untuk dijadikan makanan sehari-hari, hehehe.

Sehingga, walaupun bukan hidangan spesial, namun menu ini wajib ada!

Oiya, hidangan ini di luar kue kering ya, kalau kue kering sih, ngga perlu disuruh juga sudah harus ada di meja ruang tamu, hehe.

So, inilah menu Natal yang wajib ada dan saya pastikan tahun inipun harus ada:

1. Macaroni Schotel


Macaroni Schotel di keluarga saya biasanya adalah buatan mama saya, dan seperti yang biasanya anak-anak bilang, "Macaroni mamaku paling wenak sedunia!" dan begitulah menurut saya, macaroni schotel buatan ibu saya adalah yang paling pas di lidah saya, terserah orang mau bilang apa. 

Hidangan ini bisa dibilang wajib ada selama hari raya Natal, bukan hanya pas tanggal 25 Desember, lho. Karena nyatanya, setiap tahun, macaroni schotel ini bisa dibuat selama satu minggu penuh, bukan hanya selama hari Natal saja. Hal itu disebabkan semua penghuni rumah doyan banget dengan macaroni schotel buatan ibu, kadang pagi siang malam, makan ini thok! Karena itu jangan harap berat badan turun kalau bulan Desember, asupan keju dan daging ngga ketulungan kalau sudah ada macaroni schotel, hehehe. 

2. Sup Brenebon



Menu wajib nomor dua yang harus ada di meja makan kami selama Natal; sup kacang merah, atau nama kerennya sup brenebon. Rendaman kacang merah, wortel, sosis, dalam kaldu iga sapi, duh, hidangan ini ngga pernah absen di hari Natal, apalagi kalau kuahnya masih hangat-panas, ditemani cuaca Desember yang biasanya hujan, wah asli bisa nambah nasi!

Bisa dibilang menu ini memang rada mahal bahannya, karena untuk bulan Desember, ibu saya kalau bikin hidangan ini bisa segede panci ramuan ajaib, kuahnya bisa sampai (minimal) 7 liter! Nah bayangkan, harus berapa kacang merah dan iga sapi yang diperlukan agar kuahnya bisa nampol rasanya. Hahaha.

3. Ayam Goreng Serundeng


Ayam goreng serundeng ini bisa dibilang makanan instan kami selama minggu-minggu menjelang perayaan Natal. Biasanya ibu akan membuat adonan ayam dan serundeng, nah saya biasanya tinggal ngegoreng sendiri. 

Menjelang Natal, biasanya kami sekeluarga sibuk masing-masing dengan persiapan Natal; seperti yang saya bilang; latihan musiklah, drama, paduan suara dan sebagainya, sehingga kami jarang makan bersama, sehingga biasanya kami tinggal menggoreng ayam yang sudah direbus dengan bumbu. Entah ibu mendapat resep masakan dari mana, yang jelas ayam goreng serundeng ibu saya sih selalu renyah dan asinnya pas, hehe.

4. Fruit Salad


Capek tapi enak! Begitulah perasaan saya kalau sedang memotong buah untuk membuat salad buah. Apalagi ibu saya sangat perfeksionis, sehingga beliau selalu menyuruh saya memotong buah dengan rapi dan presisi; bentuk dadunya harus pas, tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar. Tapi saya menikmatinya, karena memang saya suka salad buah! 

Dan, ibu saya membuat saus mayonaise-nya sendiri lho, alias tidak menggunakan saus-saus yang dijual di toko pada umumnya, that's why I love her fruit salad the most! Walaupun saya mengetahui resep makanan buatannya, tapi tetap saja masakan buatan ibu itu selalu paling pas. Hm, mungkin beda sentuhan kali ya...


5. Fruit Cocktail


Ini salah satu sajian Natal yang cukup menguras kantong, fruit cocktail. Bukan hanya menggunakan buah-buahan kaleng, namun fruit cocktail di keluarga saya wajib menggunakan campuran minuman seperti whisky, vodka, dan rum. Jadi jangan heran kalau saya sudah mengenal dan terbiasa minum red label sejak usia 5 tahun, hahaha. 

Minuman ini biasanya disajikan pas Natal (tanggal 25 Desember) dan kalau masih nyisa disimpan sampai tahun baru, tapi seringnya sih habis sebelum tahun baru, sehingga kami harus membuat lagi racikan fruit cocktail baru untuk tahun baru.

Tapi tenang saja, kalau mencoba fruit cocktail ala keluarga saya tidak akan mabuk kok, karena memang takarannya disesuaikan agar semua usia bisa minum (termasuk cucu-cucu yang masih berusia 5 tahun)


-------**-------

Nah, itulah 5 sajian Natal yang wajib ada kalau di keluarga saya, mungkin setiap keluarga memiliki kebiasaannya masing-masing, namun pastinya tidak menghilangkan makna kebersamaan dan Natal itu sendiri.

Bagaimana dengan teman-temin?

You May Also Like

0 comments