Pengalaman Telat Memperpanjang Domain (siap-siap bayar 10x lipat dari harga domain!!)

by - Wednesday, November 21, 2018


Halo teman-temin, baru-baru ini ada kejadian yang membuat panik seisi kantor milik teman saya. Sebenarnya bagi teman-temin yang sudah lama menggeluti dunia perbloggingan, topik yang akan saya angkat ini bukanlah topik baru, namun percayalah, topik ini nyatanya sering disepelekan oleh buuaaaaaanyak blogger-blogger baru.

Yap, masalah perpanjangan masa aktif domain

Buat yang belum tau, domain itu adalah alamat blog atawa website yang dimiliki seseorang, misalnya domain yang saya miliki adalah www.noniq.co. Nah, alamat ini saya beli untuk menggantikan alamat blog terdahulu saya yang mana memiliki embel-embel blogspot(dot)com dan sampai sekarang masih setia saya gunakan.

Dengan membeli domain, teman-temin bisa melihat nama blog saya jadi lebih singkat (dan harapannya mudah diingat). Namun jangan salah, pembelian domain ini tidak seperti membeli barang yang nantinya kita miliki selamanya. Pembayaran sebuah domain hanyalah sebatas untuk masa aktifnya saja, yah, mirip-mirip saat kita beli nomor ponsel deh, perbedaannya kita membayar masa aktif domain secara tahunan, istilah lainnya kontrak

Perbedaan lainnya, jika masa aktif nomor ponsel kita habis, maka biasanya nomor ponsel kita memasuki masa tenggang dan selanjutnya tinggal isi pulsa agar nomor ponsel kembali aktif.

Tapi tidak demikian dengan masa aktif domain. Begitu kita terlambat atau bahkan lupa memperpanjang masa aktif domain kita: bisa dipastikan banyak masalah besar timbul.

Hal itulah yang terjadi di kantor milik teman saya: tiba-tiba website kantor tidak bisa diakses, tampilan website menjadi kosong, putih, ngeblank, semuanya hilang tidak berbekas. Dan bisa dibayangkan seisi kantor jadi bingung.

Dan yang lebih membuat bingung lagi adalah muncul tagihan seperti ini:

Bayangkan harga domainnya cuma 150ribu, tapi begitu terlambat membayar bisa mencapai sejuta lebih untuk restore-nya! Dan gambar di atas memang invoice yang benar adanya dan bisa dipertanggungjawabkan, kok, keasliannya.

Nah, kalau sudah begini ya pilihannya hanya dua take it or leave it. Tinggal menyesal kenapa tidak tepat waktu membayar masa aktif domain, apalagi kalau ternyata nama domainnya cukup unik dan sangat mendukung usaha seseorang dalam membuat branding sebuah perusahaan.

Saya sempat menyarankan ke teman saya:

"Ya kalo ngga mau bayar sejuta, mending beli lagi aja domain lain dengan alamat yang rada persis,"

Teman saya agak ragu untuk membeli domain lain, karena memang hatinya sudah berpaut sama alamat domain yang awalnya sudah dimiliki itu. Dan ya itulah, pemahaman tentang jangan telat bayar masa aktif domain belum banyak dimiliki banyak orang yang baru saja terjun ke dunia perbloggingan.

"Ada solusi lain gak" tanya teman saya.

MENUNGGU

Ya, solusi berikutnya adalah menunggu sambil berharap. Nyatanya, masa aktif domain itu seperti ini:

  • MASA AKTIF: Sesuai dengan kontrak yang dilakukan pemilik (apakah melakukan pembayaran untuk tahunan, atau selama 2 tahunan, 5 tahunan, atau bahkan 10 tahun).
  • RENEWAL GRACE PERIOD: 30-40 hari periode yang diberikan layanan penyedia domain bagi pemilik untuk memperpanjang kontrak domain setelah masa aktif habis. Pada periode ini, harga domain masih sesuai harga awal.
  • DOMAIN DIAMBIL REGISTRY DOMAIN:  Hal ini terjadi pada kantor milik teman saya. Jadi setelah telat membayar perpanjangan domain lebih dari 30 hari, status domain kita diambil oleh registry domain dan untuk memilikinya kembali, kita harus bayar sampai 10 kali lipat!!
  • PENDING DELETE: Jika masih belum diperpanjang, maka domain memasuki masa pending delete dimana domain akan dihapus dari database ICANN. Biasanya proses ini memakan waktu 3-5 hari.
Melewati masa pending delete, nah biasanya domain akan kembali available dan bisa kembali dikontrak dengan harga awal.

Dan sujud syukur, akhirnya teman saya rela menanti selama 40 harian demi (tidak membayar sejuta) kembali memiliki domain untuk perusahaannya lagi.

Sebelum memastikan untuk kembali membeli domainnya, teman saya kembali bertanya lagi:

"Ini benerkan harga domain seratus ribu untuk setahun?"

"Iya, kan platform website kamu masih pakai blogspot, beda halnya kalau minimal kamu pakai wordpress, kamu bakal perlu tambahan layanan hosting untuk menyimpan file kamu,"

"Terus apa donk hosting murah yang bisa direkomendasiin?"

"Saya sih pakai layanan dari www.domainesia.com karena memang harganya bersaing, belum lagi pilihan paketnya," Jawab saya percaya diri.

Singkat cerita, masalah domain ini berakhir dengan baik, dan teman saya berhasil mengamankan domain dan kantongnya.

Moral dari kisah ini adalah:

1. Please jangan terlambat memperpanjang masa aktif domain kita.
2. Cara yang saya gunakan dengan menunggu sampai domain dihapus dari database ini bisa dibilang penuh resiko dan tidak saya sarankan untuk digunakan teman-temin. Bisa dibilang teman saya beruntung dapat kembali memiliki domainnya ketika domain tersebut sudah dihapus dari database, namun seringkali, kita harus bersaing dengan para pencari domain lain untuk kembali mendapatkan kembali sebuah alamat domain - karena kita tidak tau bagaimana persaingan para pencari domain di luaran sana, apalagi jika nama domain yang kita inginkan tergolong unik.
3. Kalau memang dirasa penting dan prospektif, jangan mikirin besaran nominal deh untuk urusan domain dan hosting, karena nyatanya, apalah arti sejuta kalau kita bisa mendapat jumlah yang berkali-kali lipat dari blog kita.


Sukses terus ngeblognya dan sampai jumpa di tulisan berikutnya!




You May Also Like

0 comments