Wow! 20+ Destinasi Wisata Eksotis Labuan Bajo

by - Saturday, March 23, 2019


Sepertinya, pesona eksotisme Labuan Bajo memang tidak ada habisnya; walaupun beberapa waktu lalu kita sempat didera dengan berita mengenai salah satu destinasi favorit wisatawan, Gili Lawa terbakar. Berbagai media sempat ramai menyebut kelalaian wisatawan menjadi penyebab utamanya. Sampai akhirnya im Polri menyatakan bahwa penyebab kebakaran merupakan musim kemarau panjang dimana savana menjadi sangat kering (sumber Detik; yang artinya bukan karena faktor kelalaian manusia).

Well, tetap saja hal itu menjadi catatan untuk kita untuk tetap menjaga lingkungan tempat wisata manapun yang kita kunjungi.

Jadi, masih minat ke Labuan Bajo? Berikut saya mau bagikan dua puluh tujuan wisata yang bisa teman-temin kunjungi saat di Labuan Bajo. 


1. Pulau Komodo

Destinasi wajib kalau ke Labuan Bajo, ya Pulau Komodo. Sebagai salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan Unesco, Teman-temin bisa melihat kehidupan liar Komodo dari dekat. Tidak perlu khawatir, karena teman-temin akan ditemani para ranger (pawang komodo) selama mengelilingi Pulau Komodo. Para ranger ini juga akan memandu teman-temin dalam menyusuri hutan dan mendaki bukit.

Pastinya selain mengenal lebih dekat dengan kadal liar raksasa, teman-temin bakal disuguhi disuguhi pemandangan alam Pulau Komodo yang menakjubkan. Seperti hamparan padang savana dan lautan birunya.


2. Pulau Rinca 

Salah satu destinasi populer di Labuan Bajo ini merupakan salah satu gugusan pulau yang terletak di kepulauan Komodo. Jangan salah, banyak juga komodo yang tinggal di Pulau Rinca ini. Pulau rinca memiliki jarak lebih dekat dari Labuan Bajo, di pulau ini titik tertingginya adalah Gunung Ora dengan ketinggian 670 mdpl. Akses untuk menuju Pulau Rinca dari Labuan Bajo dapat ditempuh dengan menggunakan kapal sewaan selama 2 jam, nantinya kapal tersebut akan berlabuh di dermaga Loh Buaya. Kabar yang saya dapat, di Pulau Rinca para pengunjungnya ditawarkan untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan berupa program penanaman tanaman bakau, seru!


3. Pulau Kalong

Pastinya teman-temin sudah bisa menebak dari namanya, yeap, di sana banyak banget kalong, alias keleawar! Pulau Kalong memberikan pengalaman berbeda berupa atraksi ribuan Kalong. Biasanya wisatawan akan dibawa ke lokasi ini pada sore hari dengan menempuh perjalanan laut. Menjelang terbenamnya matahari, ribuan kalong akan keluar dari sangkar dan kembali lagi keesokan harinya.


4. Pulau Padar

Pulau Padar merupakan pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Berbeda dengan dua pulau lainnya, Pulau Padar ini tidak dihuni oleh komodo. Di pulau ini terdapat empat pulau kecil yang masing-masing menawarkan keunikan pemandangannya sendiri.

Teman-temin nantinya dapat menaiki bukit untuk menikmati pemandangan dari atas atau menikmati sunrise dan sunset. Walaupun proses pendakiannya cukup melelahkan, namun rasa lelah tersebut akan terbayar dengan suguhan keindahan pemandangan di bawahnya, pastinya teman-temin bakal betah berlama-lama menghabiskan waktu di sini.


5. Pulau Kanawa

Pulau seluas 35 hektare ini menawarkan keindahan alam serta pesona bawah laut. Di Pulau Kanawa teman-temin bisa melakukan aktivitas snorkeling dan diving. Berjarak 50 menit dari Labuan Bajo, pulau ini memiliki pasir putih dan air laut yang berwarna biru jernih. Tidak salah kalau Pulau Kanawa seringkali disebut-sebut salah satu Maldives-nya Indonesia! (Yakan, Indonesia punya banyak Maldives, hehehe).


6. Pulau Kelor

Pulau Kelor memiliki pemandangan laut yang tidak kalah sensasional. Pesona karang dan koralnya menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan. Walaupun bukitnya tidak setinggi dibanding dengan Pulau Padar, namun pemandangan yang diberikan tidak kalah indah, lho. Nyatanya banyak pasangan yang datang ke sini untuk melakukan sesi foto prewedding -  saya kapan ya? #kodekeras.


7. Pulau Menjerite

Berjarak hanya 1 jam dari Labuan Bajo, pulau ini punya banyak terumbu karang yang masih cukup asri. Airnya jernih, sehingga pemandangan di bawah air terlihat dengan jelas.


8. Pulau Gusung atau Pulau Taka Makassar 

Pulau pasir ini hanya akan muncul ketika air laut sedang surut. Di sinilah tempat yang pas buat liat keindahan koral di sekeliling pulau dengan ber-snorkeling ria. Daratannya memang tidak terlalu luas namun pemandangan air laut yang hijau toska yang mengelilingi daratan berwarna putih benar-benar bagaikan surga dunia!


9. Pulau Bidadari

Awalnya bernama Pulau Bidara (widara), karena di kawasan ini tumbuh subur pohon bidara. Bidara sendiri merupakan buah segar guna dimakan langsung atau dijadikan minuman. Pada tahun 1980, Pulau Bidara akhinya mulai dipromosikan dan namanya diresmikan menjadi Pulau Bidadari atau Angel Island. Well, memang sesuai dengan namanya karena memang pulau ini punya kecantikan bak bidadari khayangan.

Hamparan airnya yang biru jernih dan pasirnya yang masih putih bersih. Pulau ini dapat dicapai menggunakan perahu dari Labuan Bajo selama 30 menit. Semuanya diciptakan untuk dikagumi dan disyukuri. Agar dapat menikmati keindahan pulau ini, Teman Traveler harus menggunakan perahu dari Labuan Bajo. Tidak lama, hanya butuh waktu 30 menit (10 menit jika menggunakan speed boat).



10. Pulau Kambing

Pulau kecil di Labuan Bajo ini berbanding terbalik dengan namanya! meski namanya kambing, bukan berarti banyak kambing atau pulau ini bau kambing ? Pulau kecil ini juga menyimpan keindahan laut yang bisa dinikmati melalui aktivitas snorkeling atau berenang santai. Pulau Kambing juga salah satu pulau yang direkomendasikan jika melakukan sailing.


11. Pulau Seraya

Pulau Seraya memang kecil tak sebesar pulau-pulau lainya di Flores. Pulau Seraya  hanya memiliki garis pantai sepanjang 1 kilometer saja. Teman-temin bisa menaiki bukit yang ada disekitar pulau ini dan juga menikmati keindahan pemandangan Laut Bajo dari ketinggian.

Hamparan pasir putih dan air laut yang cukup jernih kebiruan akan memanjakan mata. Selain menikmati keindahan pantainya, kita juga bisa menimati keindahan bawah lautnya. Banyak ikan dan karang yang beraneka ragam di sekitar Pulau Seraya. Tak heran bila banyak wisatawan yang datang tak hanya menikmati sunset atau sunrise saja namun juga menikmati pesona bawah lautnya dengan senorkling bahkan banyak juga yang memancing ikan ditempat ini.


12. Gili Lawa Darat atau Gili Laba

Gili Laba bisa dibilang mirip dengan Pulau Padar, pulaunya berbukit-bukit. Dari salah satu puncak bukit akan terpampang pemandangan indah Gili Laba. Sehingga penting sekali teman-temin menyiapkan stamina buat hiking.

Untuk bisa mencapai puncak, dibutuhkan waktu mendaki sekitar 40 menit. Tergantung kecepatan dan stamina masing-masing. Jalur pendakian ini memang tidak terlalu sulit, namun ada beberapa spot yang curam. Selama mendaki, teman-temin akan menyaksikan keindahan suasana sekitar.


13. Wae Rebo

Terletak di ketinggian 1.200 meter, Wae Rebo seringkali disebut sebagai desa di atas awan. Mengunjungi Wae Rebo, teman-temin akan diajak menempuh medan berat selama sekitar 3 hingga 4 jam dengan berjalan kaki. Tidak usah khawatir, karena nantinya teman-temin akan terpesona menyaksikan indahnya rumah adat berbentuk kerucut yang masih sangat tradisional.


14. Pantai Pink Namo

Nama Pantai Namo mungkin baru mulai terdengar di tahun 2015. Pantai ini adalah ‘The Real Pink Beach’ yang ada di Komodo. Selain Pink Beach adalah pantai Namo yang juga menyuguhkan pantai berpasir merah, bahkan warna merah di pantai Namo terasa lebih terlihat dibanding Pink Beach.

Sama dengan Pink beach, teman-temin bisa berenang dan snorkeling di pantai berpasir merah ini. Keindahan alam bawah lautnya juga tidak kalah dengan Pink Beach. Hanya saja pantai ini belum dikelola dengan benar sehingga banyak sekali sampah laut yang memenuhi pantai.

15. Pantai Merah (Pink Beach)

Sesuai dengan namanya, pantai ini memiliki pasir berwarna merah muda. Pink Beach atau yang juga di kenal dengan nama Pantai Merah ini merupakan salah satu dari tujuh pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Warna pasir merah muda ini berasal dari pecahan kerang dan biota laut di sana. Pink Beach bisa menjadi spot foto menarik untuk mengabadikan pemandangan yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Selain pemandangan pantainya yang indah, Pink Beach ini juga memiliki pemandangan bawah laut yang tak kalah mengagumkan. Lautan ini merupakan istana bagi beragam jenis ikan, batu karang, dan berbagai jenis biota lainnya. Dengan kondisi seperti itu, pengunjung bisa melakukan kegiatan seru seperti snorkeling atau diving. Aktivitas ini tentu saja sangat sayang untuk dilewatkan.


16. Manta Point

Manta Point merupakan salah satu lokasi wisata Labuan Bajo Flores untuk melakukan aktivitas air seperti diving dan snorkeling. Lokasi ini menjadi favorit dan incaran para wisatawan. Jika biasanya kegiatan menyelam ini hanya untuk melihat pemandangan laut saja, di lokasi ini kita akan diajak berenang bersama dengan ikan pari manta.

Di dalam laut, pengunjung bisa melihat rombongan manta yang tak takut dengan kehadiran kapal-kapal yang melintas di sekitarnya. Ikan pari manta ini sangat ramah dengan para penyelam. Mereka seolah mengajak para penyelam untuk bermain-main. Pengunjung tak perlu takut, ikan ini tidak berbahaya karena tak memiliki sting atau sengatan di ekornya, berbeda dengan jenis ikan pari lainnya.


17. Air Terjun Cunca Wulang

Cunca Wulang adalah air terjun yang terletkan tidak jauh dari Labuan Bajo. Teman-temin bisa mencapainya dalam waktu 120 menit melalui perjalanan mobil dan trekking. Cunca Wulang sering dibilang sebagai Grand Canyonya Flores, jika teman-temin pernah mengunjungi tempat wisata Green Canyon di Pangandaran maka Cunca Wulang mempunyai topografi yang sama. teman-temin bisa loncat dari tebing setinggi 5 meter kebawah kolam air Cunca Wulang. 


18. Air Terjun Cunca Rami

Cunca Rami adalah wisata air terjun yang letaknya juga searah dengan Cunca Wulang. Hanya saja, teman-temin membutuhkan sedikit usaha untuk dapat sampai di lokasi wisata ini. Jalur Treeking yang lumayan panjang dan menurun bakal memberikan kesan petualangan yang menantang adrenalin.



19. Goa Rangko

Gua Rangko juga dikenal sebagai Gua Buaya. Gua ini berada di ceruk bumi dan berisikan air asin jernih serta stalaktit yang indah. Terlihat seperti oase di tengah gurun. Pemandangan di dalamnya dapat teman-temin nikmati antara pukul 1-3 sore lantaran Gua Rangko memang cukup gelap. Untuk memasuki gua ini, teman-temin hanya perlu mengeluarkan uang untuk menyewa perahu dari Desa Rangko.


20. Goa Batu Cermin

Goa Batu Cermin adalah tempat wisata labuan bajo yang letaknya masih di dalam kota. Tidak sulit untuk dapat mengakses lokasi wisata ini, hanya dengan menggunkan sepeda, motor ataupun mobil. Di Goa ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan stalagtit dan stalagmit dan juga fakta yang menyimpulkan bahwa flores dulunya berada di bawah laut.

Uniknya, goa ini memiliki sebuah lubang di bagian atas yang menjadi tempat masuknya sinar matahari. Sinar tersebut kemudian mengenai permukaan air yang memantul di dinding batu dan merefleksikan bayangan air seperti cermin. Penting bagi teman-temin untuk memperhatikan segi keamanan, karena batu alam di goa ini ada yang cadas dan ada juga yang halus.


21. Puncak Gunung Mbeliling

Gunung Mbeliling adalah salah satu gunung tertinggi yang ada di provinsi Manggarai Barat. Gunung dengan tinggi 1.300 mdpl adalah salah satu rumah bagi ribuan fauna dan flora endemik. Walau belum sepopuler destinasi lainnya, Gunung Mbeliling merupakan spot wajib bagi para petualang.

Terletak di kawasan hutan lindung Mbeliling di Labuan Bajo, teman-temin bisa melihat gagak flores, yaitu burung unik dengan 77 suara, Kaka Ngkiong dengan 29 jenis burung unik lainnya. Mendapat predikat sebagai gunung tertinggi di Nusa Tenggara Timur, Gunung Mbeliling mempunyai berbagai jalur pendakian atau trekking yang menantang. Sebut saja jalur pendakian seperti Desa Liang, Cunca Lolos, Ndara, Roe dan Melo. Pastikan teman-temin memiliki kondisi fisik yang prima ya!


22. Danau Sanonggoang

Danau Sano Nggoang adalah danau vulkanik terluas di Nusa Tenggara Timur, dengan luas sekitar 5.500 hektar, danau ini dianggap sebagai salah satu danau terdalam di dunia yang kedalamannya sekitar 600 meter. Di sepanjang pantai Danau Kawah Sano Nggoang ada beberapa desa tempat tinggal penduduk setempat. Desa-desa pertanian kecil ini hanya menampung 250 penduduk yang tinggal di rumah bambu anyaman tradisional atau rumah kayu atau bata yang lebih modern, masing-masing  mengisi kebunnya sendiri. Desa ini dibatasi oleh danau, perkebunan dan bukit. Lokasi terpencil dan ukuran kecil kedua desa ini memberi pengunjung ketenangan yang tenang dari keramaian dan hiruk pikuk Labuan Bajo.

Sano Nggoang sendiri berasal dari kata Sano dan Nggoang. Sano dalam bahasa Kempo berarti danau sementara Nggoang berarti  membara,Sano Nggoang berarti danau vulkanik atau danau yang membara. Danau Sano Nggoang berjarak sekitar 63 kilometer atau 3 jam berkendara dari Labuan Bajo - sebuah kota pelabuhan kecil di ujung barat Pulau Flores dan merupakan ibu kota Manggarai Barat. Labuan Bajo dapat diakses dengan pesawat dari Bali dan dari Kupang. Kemudian dari Labuan Bajo melalui jalur Transflores, perjalanan dilanjutkan ke desa Nunang, pintu masuk Danau Sano Nggoang.


23. Bukit Cinta

Bukit Sylvia atau Bukit Cinta menjadi salah satu destinasi terdekat yang dapat dikunjungi saat di Labuan Bajo. Biasanya turis domestik dan mancanegara akan langsung menuju ke lokasi ini saat pertama kali tiba di Labuan Bajo. Bukit ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat. Dari atas bukit, Anda akan melihat hamparan laut luas dengan beberapa bukit atau gunung lain di sekitar Bukit Sylvia.

Bukit Cinta terletak di dalam kota Labuan Bajo, jadi tidak terlalu rumit untuk mengakses tempat wisata labuan bajo ini. Kamu bisa menggunakan motor atau mobil untuk dapat mengunjungi bukit cinta dan hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja dari pusat kota. Teman-temin bisa menikmati pemandangan sunset di bukit cinta ini dengan hamparan laut dan pulau-pulau kecil membuat lokasi ini sangat pas dikunjungi saat kamu berada di Labuan Bajo.


24. Sawah Lingko

Tidak hanya menawarkan suasana pantai ternyata Labuan Bajo juga menawarkan suasana kehijauhan di Sawah Lingko. Uniknya nih Sawah Lingko sendiri memiliki bentuk sawah yang berbeda pada umumnya. Yeap, bentuknya seperti jaring laba-laba! Penasaran, cus aja ke Labuan Bajo!

--*o*--

Please take note, ya, biasanya paket tour tidak menjangkau keseluruhan destinasi yang saya tulis di atas - kebanyakan hanya 8-10 destinasi saja. Kalau teman-temin mau mengunjungi semuanya demi pengalaman menjelajah Labuan Bajo yang total dan menyeluruh, mending pakai private tour atau ya, ngetrip sendiri saja, hehehe.

Mengunjungi tempat wisata di Labuan Bajo menggunakan transportasi umum bisa menjadi sebuah pilihan bijak. Apalagi jika datang dari luar kota yang cukup jauh, Jakarta misalnya, teman-temin bisa menggunakan transportasi Tiaramas Traveloka, pasti seru deh road trip Jakarta - Labuan Bajo.


Jadi, kapan ke Labuan Bajo?

You May Also Like

6 comments

  1. wah impian saya banget nih

    harus makin kenceng nabung supaya semakin cepet terealisasi :)

    ReplyDelete
  2. Saya mengenal nama Labuan Bajo sudah cukup lama. Sayangnya untuk bisa kesana masih sebatas impian. Suka ngiri kalo temen-temen sekantor (yang abis bertugas disana) bawa oleh-oleh cerita jalan-jalan selama disana. Semoga suatu Hari nanti Saya sampai di Labuan Bajo...

    ReplyDelete
  3. Labuan Bajoooo. Ya ampuun kenapa sih namnya terngiang-ngiang banget di kepala. Semenjak baca postingan beberapa travel blogger tentang labuan bajo rasanya ingin merebahkan diri di sana. Semoga ku bisa menghirupi udara segar Labuan Bajo segera :")

    ReplyDelete
  4. Indonesia memang kaya dengan wisata alam. Duh, kapan ya aku bisa ke semua destinasi itu 😀

    ReplyDelete
  5. Katanya dekat2 ini Pulau Komodo lagi di tutup ya kak?

    ReplyDelete
  6. Thanks for your list...it is really helpful <3

    ReplyDelete