Sinopsis dan Review: STEREO Net TV Episode 3

by - Wednesday, April 08, 2015


Haloh! Drama musikal kesayangan kita, Stereo Net TV sudah tayang tiga episode, lho, tepat 6 April kemarin. Bagaimana nih tanggapan pemirsa dan pembaca sekalian? Ketar-ketirkah karena makin ngga rela kalo abang Dikta eh Vigo bakal makin lengket sama mbak Dara? Atau makin sebel sama tingkah lakunya Diva yang diperankan dengan apik oleh Angel Pieters? Atau makin ingin mengenal lebih dekat dengan si Juwita si anak penjual Gado-gado? Atau makin pengen ngejitak tingkahnya Akang Alex aka Vidi Aldiano yang makin mellow aja ekspresinya? Hehe..

Well, seperti biasa, saya selalu telat nontonnya, dan selalu butuh waktu lebih untuk mereview karena hari Minggu kemarin kan harus manggung dulu, dan by the way, Selamat Paskah bagi yang merayakan!

Back to my opinion, sepertinya para tim Stereo makin ok aja dalam mengembangkan cerita, beberapa clue sudah mulai sedikit-sedikit disingkapkan dengan sangat rapi, dan kebetulan ada yang sejalan dengan tebakan-tebakan saya namun ada juga yang ditwist sedemikian rupa memberikan suguhan baru keluar dari tipikal plot sinetron Indonesia. Oh iya, saya cukup berterima kasih dengan antusias para pembaca yang... Ngga tau napa ini pageviews blog saya tentang Stereo meningkat tajam, tapi kok ya ngga ada yang komen. Hais, komen donk....! Hehehe.


PLOT CERITA
(boleh diskip kalau sudah nonton filmnya- ini cuma buat latihan saya ngeringkas ajah, kok, suer)

Adegan 1: Melanjutkan perseteruan antara Dara dan Diva, ketika Diva melihat Dara bertukar pandang dengan Alex ketika sedang berlatih di ruang Stereo. Setelah mendorong Dara, Diva segera keluar ruangan, disusul Alex, Dara, dan Vigo. Hanya Juwita dan Coach Azis yang saling berpandangan tidak percaya mengapa hal ini terjadi.

Adegan 2: Di koridor kampus, Diva menghardik Dara karena memegang tangan Alex. Dara mencoba meminta maaf dan beralasan dia terbawa suasana ketika berlatih. Namun Diva tidak percaya dan meninggalkan Dara. Di sisi lain, Vigo mengejar Alex, menghalanginya untuk ikut campur urusan antara Dara dan Diva, sebaliknya dia menyuruh Alex untuk mengajarkan Diva berlaku baik dan tidak mendekati Dara.

Adegan 3: Di kantin, suasana menunjukkan Ibunda Juwita yang sibuk melayani pelanggan Gado-gadonya, karena Juwita latihan menyanyi/kuliah. Juwitapun tidak lama izin dari kelas Stereo untuk membantu ibunya berjualan. Dara yang kembali ke ruang stereo meminta maaf kepada Coach akibat ulahnya, namun dihibur oleh Coach agar Dara tidak stres. Darapun akhirnya pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku.

Adegan 4: Di kamarnya, Diva menolak panggilan Alex di ponselnya, dan mulai melamunkan hubungannya dengan Alex. Di perpustakaan, Dara hendak membaca beberapa buku ketika dia membaca agendanya dan teringat ada kelas kuliah yang harus dihadirinya.


Adegan 5: Bergegas menuju kelas kuliahnya, ternyata tidak ada siapapun di ruangannya. Tiba-tiba Vigo menghampirinya mengatakan bahwa kelasnya ditiadakan karena dosennya sakit. Vigopun mengajak Dara duduk di salah satu bangku sembari mengeluarkan bekal makan siang yang sudah disiapkannya untuk Dara. Darapun dengan senang hati menerimanya hingga Vigo mulai bertanya ada hubungan apa antara Dara dan Alex, Darapun segera menghentikan makan dan meninggalkan Vigo.


Adegan 6: Vigo mulai ngepoin akun-akun sosial media Dara, dari facebook hingga blognya (http://darasaphira10.blogspot.com/). Vigo menyadari bahwa Dara dan Diva pernah menjadi sahabat ketika SMA.

Adegan 7: Diva ditelpon Dekan Wati untuk menghadap ke ruangannya. Dekan Wati mulai mengingatkan akan penampilan Stereo di Pentas Seni, dan diharuskan menjadi band pembuka membawakan penampilan yang spektakuler. Jika Stereo gagal, maka Stereo akan dibubarkan.


Adegan 8: Alex mengendarai mobilnya hendak mengunjungi rumah Diva, namun belum sampai di depan rumahnya, jalan menuju rumahnya segera ditutup portal. Satpam yang berjaga disana mengatakan hal tersebut karena perintah Diva karena tidak ingin bertemu Alex.


Adegan 9: Dara yang sedang hendak pulang kaget ketika angkot yang ditumpanginya dikemudikan Vigo. Vigopun melarang Dara turun dan benar-benar mengantarkannya pulang (menyewa angkot demi Dara dan menolak penumpang lainnya). Di tengah perjalanan, Vigo meminta maaf atas sikapnya sebelumnya mengenai pertanyaan tentang Alex kepada Dara. Sesampai di rumah, Dara hendak membayar ongkos angkot, namun Vigo metolak, sebaliknya Vigo ingin Dara mencium pipinya sebagai imbalannya, yang juga ditolak Dara.

Adegan 10: Di rumah Dara, ketika makan malam, mama Dara menelpon mengatakan dirinya sedang ada di Makasar, menyisakan raut wajah Dara yang kecewa.

Adegan 11: Malam hari, Alex kembali mengunjungi ke rumah Diva, berteriak memanggil nama Diva dari luar rumah, Diva yang mengintip dari jendela kamarnya di lantai dua tidak menggubris melainkan bergegas menutup tirai dan mematikan lampu.

Adegan 12: Keesokan harinya, di ruang Stereo, Dara sudah merencanakan apa yang harus dipersiapkan Stereo untuk mewujudkan pentas spektakular yang diinginkan Dekan Wati. Alex menunggu Diva di gerbang kampus, namun Diva tidak ingin berbicara dengan Alex. Hingga di ruang Stereo, Diva masih menghindari Alex. Juwita yang hendak latihan akhirnya terlambat karena harus membantu ibunya berjualan. Vigo juga terlambat latihan karena bangun kesiangan. Suasana di ruang Stereopun mulai kacau karena perseteruan Alex, Diva, dan Dara, keterlambatan Juwita dan Vigo. Kondisi semakin memanas ketika Juwita menjadi lead vocal, yang ditentang Diva. Namun Coach Azis segera meredamkan masalah dengan mengembalikan diskusi ke topik pensi untuk Stereo.

Adegan 13: Di kantin, Diva melihat Juwita yang tampak bahagia bersama ibunya, menyangka bahwa kebahagiaannya karena Juwita mendapat peran lead vocal. 

Adegan 14: Sepulang rumah, Diva ditanya oleh ibunya apakah dia kuliah atau ke cafe. Ibu Diva ternyata tidak setuju dengan Diva yang menyanyi di cafe atau di acara pernikahan. Sebaliknya Diva sengaja bernyanyi di cafe untuk mencari penghasilan sendiri, agar bisa menyewa apartemen dan tinggal sendiri agar tidak terus menerus dianggap anak kecil.


Adegan 15: Di kampus, Dara menanyakan Alex jika Diva masih marah, namun Alex menepis bahwa masalah ini bisa diatasi dan Dara tidak perlu khawatir - tepat ketika Vigo memperhatikan dari balik tembok. Vigopun kembali ngepoin akun sosial media Dara dan menyadari bahwa Dara pernah menyukai Alex.


Adegan 16: Ibu Diva yang mendatangi kampus berpapasan dengan Dara. Ibu Diva, Yuri, bertanya mengapa Dara tidak pernah mampir ke rumahnya lagi. Ibu Yuri berkata pada Dara bahwa sedang mencari Alex, Darapun menawarkan diri untuk membantu mencari Alex. Vigo yang melihat dari kejauhan Dara dan Ibu Diva menyapa Dara, namun sapaan Dara ditujukan ke Alex yang datang dari arah belakangnya. Vigo mendengarkan obrolan Ibu Yuri yang menyangka Dara tidak pernah ke rumah karena Alex pacaran dengan Diva. Ibu Yuri menanyakan dimana pacar Dara, dan seketika Vigo menghampiri Dara mengajak Dara segera bergegas ke kelas kuliahnya.

Adegan 17: Di halaman kampus, Dara agak marah dengan sikap Vigo yang memotong pembicaraannya dengan Ibu Diva. Vigopun berkata bahwa dia melihat akun sosial media Dara dan menyangka Dara diam-diam menyukai Alex, Vigo berteriak daripada Dara menyimpan perasaan pada orang yang hatinya milik orang lain, mending hati Dara untuknya.

Adegan 18: Di kantin, Ibu Diva menanyakan kondisi Diva pada Alex, karena Diva terlihat lesu. Alexpun mengatakan bahwa Dara tidak terpilih jadi lead vocal di Stereo, klub vokal yang sedang diikutinya.

Adegan 19: Di kamar mandi, Juwita yang tengah cuci tangan, dihardik oleh Diva. Diva berkata bahwa Juwita, sebagai penerima beasiswa, mahasiswa yang tidak membayar biaya apapun, tidak layak mendapat fasilitas kampus - terutama ekstrakurikulernya. Juwitapun terbelalak dan bertanya, "Apa artinya aku tidak layak di Stereo?"

Adegan 20: Ibu Diva mendatangi ruang Stereo dan menemui Coach Azis, memberikan penawaran bahwa dia akan menjadi donatur tetao Stereo untuk kebutuhan apapun, asalkan Diva dijadikan lead vocal Stereo.

Adegan 21: Juwita tengah menangis sendiri, dan tidak lama Alex datang menghampirinya, namun Juwita mengaku tidak ada masalah apa-apa dan meninggalkan Alex.

Adegan 22: Di ruang Stereo, tanpa Juwita, Coach Azis mengajak seluruh anggotanya untuk latihan, namun ditolak oleh Vigo, alasannya, tidak bisa latihan tanpa lead vocal. Darapun mencari Juwita ke kantin, namun Juwita tidak ada. Setibanya di ruang Stereo, Dara menemukan Juwita bersama Coach Azis dan berkata ingin keluar dari Stereo.

REVIEW

Memperhatikan episode 3 ini, saya sepertinya dibuat agak galau mengenai, siapa sebenarnya pemeran utama serial Stereo Net TV ini? Kalau diperhatikan dari opening titlenya maka akan ada nama Angel Pieters yang disebut lebih dulu, namun ketika memperhatikan credit title di akhir acara, maka yang ditulis paling pertama ada Tatjana Saphira. Nah, ini sengaja atau memang ada kesalahan? Harusnya pemeran utama memang disebut duluankan? Begitu juga untuk bintang yang mendapat bayaran paling tinggi. Mengapa saya bahas mengenai pemeran utama? Karena hal itu mempengaruhi penilaian saya, terutama di episode ketiga ini.

Secara karakter kita makin mengetahui inti dari hubungan antar personel Stereo ini; Dara, Diva, dan Alex terlibat cinta segitiga. Dara pernah menyukai Alex, dan sepertinya Alex juga pernah suka ke Dara, namun dia lebih memilih untuk berpacaran dengan Diva - no matter what the reason. Vigo, tentu jelas menyukai Dara, sama halnya dengan Juwita yang menyukai Alex. Keduanya masih dalam status "Cinta bertepuk sebelah tangan."

KARAKTERISASI
a) Diva (Angel Pieters). Episode kali ini sedikit banyak memberikan kita pandangan jelas mengapa kita seharusnya berada di pihak Diva, Mengapa saya bilang seharusnya, karena cukup jelas dari episode satu hingga tiga, lagu pilihan Diva selalu melankolis, menunjukkan kerapuhan hatinya. Hal itu cukup mencerminkan ketegaran dibalik wajah menyebalkan yang dia buat. Sifat Diva yang arogan berasal dari orang tuanya yang selalu menganggapnya sebagai anak kecil yang tidak bisa apa-apa, dan walaupun she's a rich girl yang menggunakan tas Chanel dan sepatu Valentino, tetap dia berjuang ingin menjadi penyanyi agar bisa mandiri. Adanya masalah dengan keluarganya yang sepertinya ada sangkut pautnya dengan Dara membuat perubahan sikap Diva yang tadinya baik, supel, dan periang menjadi egois dan angkuh - juga ditambah karena dia merasa sakit hati atas apa yang sudah direbut darinya. Sehingga intinya dia membutuhkan sebuah pengakuan dan dukungan.
Saya suka dengan konsep karakternya Diva ini, namun... Sebenernya kalau saya tidak mengamati karakter hingga segininya, ngga bakal ada nih ketertarikan saya baik kepada Diva atau Dara. Karena keberadaan Diva dan Dara itu seakan-akan bias. Apakah memang Stereo ini mau memberikan porsi yang sama kepada Diva dan Dara? Karena akhirnya, semuanya begitu abu-abu, dan saya juga tidak bisa menikmati tontonan ini.

b) Dara (Tatjana Saphira). Dara ini blogger! OMG, kopdar yuk! Hehe. Ok, di episode ketiga ini. kita semakin jelas akan sejarah hubungan Diva dan Dara, mereka pernah kompak saat SMA. Namun dirusak karena Dara menyukai Alex, sayangnya Alex jadian dengan Diva. Jadiannyapun karena dulu sepertinya Diva lebih unggul dibanding Dara. Nah, di episode kali ini - dan mungkin ngga lama lagi, Dara dan Vigo bakal jadian! Aghk. Dara, ternyata kekuatan hati kamu cuman segitu aja, ya. Kamu bener-bener ngga bisa menahan rayuan gombal Mas Vigo ya?
Jujur ya, selama tiga episode ini, saya tidak mendapatkan personaliti "TEGAS" dan "BERJIWA PEMIMPIN" yang selama ini dikumandangkan ada di diri Dara. Ya, saya tau Dara itu leader Stereo, itu doank, tapi Presiden Mahasiswa? Kok seperti ngga punya taring. Rasanya kok ngga ada mahasiswa lain yang menunjukkan respectnya ke Dara, bahkan teman-teman Stereonya ngga ada yang "gimana" gitu ke dia, semuanya malah seakan ngga nganggap Dara sebagai sosok penting di universitas itu, bahkan Juwita yang sekedar anak tukang Gado-gado. Berarti peran Dara sebagai Presiden Mahasiswa selama ini.... Apa??? Bahkan katanya galak? Pertama, menghadapi keluarga (mama yang pergi ke Makasar), menghadapi Diva saja seakan mencoba mengalah dan merasa salah, padahal dia bisa saja bilang itu sikap profesional sebagai penyanyi yang menghayati lagu. Sifat tukang ngaturnya ok, tapi kurang kerasa seenaknya. Tukang ngatur itu ngga perlu persetujuan - malah lebih bagus saat Dara bikin peraturan Stereo yang bak diktator itu. Nah, itu baru terlihat sosok pemimpinnya Dara. Ataukah, makin kesini,sikap Dara jadi makin melembut? Beri dasar yang kuat, donk. Apakah karena dia mulai jatuh cinta?
Namun, sikap ngatur Dara yang tidak pada tempatnya ini ketika Alex sama Diva berantem dan Dara seakan sok wibawa bilang, "Kalian bukan pasangan lagi kalau di ruangan ini," hadeuh, please deh Dara, itukan berantem juga gara-gara kamu. Kudunya Dara juga ikut tanggung jawab donk, apalagi kejadiannya terjadi di ruang Stereo. Cukup #tetot nih.

c) Alex (Vidi Aldiano). Alex ini berada dalam dilema kayaknya. Sekarang Alex sedang ingin berlaku bagai pahlawan kesiangan. rindu sama Diva. Padahal kemarinan katanya "Aku kangen sama kamu yang dulu," "Aku lagi ngga mau berantem," terus nyuekin si Diva kayak apa. Sekarang merasa ingin memperhatikan Diva, seakan merasa bersalah. Terus terhadap Juwita, Alex juga mulai perhatian, well kalau ini mungkin karena mereka sekarang sama-sama di Stereo, jadi perhatian semacam ini wajarlah ya. Tapi, so far, cukup suka dengan akting Vidi Aldiano yang memang muka mellownya pas banget. Sekarang yang jadi misteri adalah bagaimana sebenarnya perasaan Alex sendiri ke Dara, karena kalau dilihat dari nyanyian-nyanyian Alex, sepertinya dia suka ke Dara jugakan, namun apa yang membuat dia lebih memilih Diva ya?

d) Vigo (Pradikta). "Koreo? Ada joget-jogetnya?" itu bagian cukup kocak, deh. Namun saat adegan membawakan makanan ke Dara itu kurang dapet momen romantisnya, kudu belajar dari drama Korea deh kayaknya hehehe. Makin kesini makin yakin bahwa mas Vigo itu sebenarnya baik banget dan bakal jadi pacar yang perhatian, cuman ya itu, sebagai kapten basket kok ngga keliatan manlynya. Malah masih terlihat tengil dan pecicilan, iya sih, ngga dewasa, tapi waktu menghadapi Alex, cukup menggetarkan jiwa dan raga juga tuh aksinya.

e) Juwita (Priskila Shafia). Nah, porsi cerita Juwita di episode ini sebenarnya cukup menarik, dengan akting yang pas, Juwita bakal mampu menarik perhatian penonton, mulai dari kewajibannya membantu orang tuanya, padahal dia ada latihan menyanyi, lalu benturan masalah antara dia dengan Diva dimana, dia ditentang menjadi lead vocal Stereo hanya karena dia penerima beasiswa. Saya yakin, Diva cukup sirik terhadap Juwita seputar keakrabannya dengan ibunya (Dewi Gita) - karena Diva sendiri tidak akrab dengan ibunya (Meisya Siregar). Namun, seperti yang pernah saya tulis, akting Kila masih terlalu teatrikal dan puitis, jadi tidak natural banget, itu membuat saya malah kurang tersentuh - apalagi pas dia dihardik Diva di kamar mandi, ataupun menangis di depan Alex. Itu sayang banget! Padahal dengan suara Priskila yang bagus (bahkan ngga perlu take vocal/recording segala), saya yakin ke depannya Priskila bisa sukses lho.

KESIMPULAN: Acara Stereo Net TV makin ok aja, pengembangan ceritanya bagus, hanya kurang detail dalam penyampaiannya sehingga di hati penonton itu kurang menyentuh gimana gitu. Bahkan adegan klimaksnya tidak sampai yang bikin saya penasaran melainkan "Just ok, see you next week," beda banget kalau lagi nonton, katakanlah Hyde Jekyll Me atau Pinnochio, itu sampai kebawa mimpi, lho!! Bukan karena memang pemerannya yang cakep dan cantik, Tatjana, Angel, apalagi Dikta itu aset banget, namun aktingnya masih dingin banget, ayo, ayo.. Can't wait for your next performance!
Btw, menarik juga nih Stereo sampe ada blog fiksinya segala. saran saya sih boleh juga nih dikembangin, jadi semacam tie-in website kayak serial TV Sherlocknya BBC, dimana John Watson juga bikin blog fiksi namun dikelola secara profesional dan benar-benar terlihat personal. Boleh ambil referensi dari sana tuh, bagaimana blog bisa terlihat natural dan bukan sekedar cameo doank (mentang-mentang blogger).

MUSIKALITAS
Ini pembuat STEREO Net TV kayaknya ngefans gila dengan Sheila on 7, ya? Banyak banget lagunya yang diremake, hehehe.. Tapi boleh juga deh aransemennya.


1) CINTA DI UJUNG JALAN (Agnes Monica) by Angel Pieters. Sebenarnya aransemennya tidak terlalu jauh berbeda dengan yang Agnes Mo, namun, ini pertama kalinya lagu Diva yang pas buanget dengan momennya, liriknya dan suasananya. Klop banget deh, bikin saya sempat terhanyut melihat penghayatan Angel. Walaupun memang secara karakter suara tidak sekuat Agnes, tapi rintihan/jeritan hatinya dapet banget deh. Bravo!

2) I LOVE YOU BIBEH (The Changcuters) by Dikta. Performancenya sambil naik angkot, jujur Abang Dikta caem deh. Dengan masih mengusung gaya Rock n Roll dan sedikit blues, sayangnya Dikta kurang sedikit tengil saat membawakannya. Nyanyinya masih good boy banget, padahal lagu inikan sebenarnya untuk ngegombal dan ngerayu, musiknya sih udah dapet, cuma masih kurang bebas pembawaannya.

3) BILA KAU TAK DISAMPINGKU (Sheila on 7) by Vidi Aldiano. Bisa dibilang ini Song of the Week-nya Stereo. Aransemennya fresh banget, sesuatu yang beda dan pas banget dengan karakternya Vidi, mellow dengan tipe suaranya yang soothing. Hanya di bagian reff, Vidi lagi-lagi keceplosan terbawa gaya bernyanyinya Duta, somehow, terdengar walau sedikit. Good job, Vidi!

4) ANDAI DIA TAHU (Kahitna) by Tatjana Saphira. Ngedengerin versi Tatjana ini kayak lagi ngeliat gayanya Cherry Belle aja deh, so sweet banget dengan nari-nari bagai terbang di atas awan. Versinya simple dan santai dan yang pasti jauh dari kesan rancaknya Kahitna. Ngga gimana banget sih, hanya karena Tatjana cantik ajah #hais.

***

Sekian deh untuk tulisan Stereo minggu ini, kalau ada tambahan, monggo komen yaa...




You May Also Like

8 comments

  1. hello salam kenal yaa , gw pembaca setia nih.. review terus yaa tiap episodenya

    ReplyDelete
  2. Bisa detail banget kalo nge-review. Keren bgt, lanjutin trus, ngebantu bgt kalo lg ketinggalan serial nya.. :D

    ReplyDelete
  3. Keren bnged ka smpe reviewny dbuat sedetail ini..
    drama hyde,jekyll and i udh psti best of the best..jauh bged kalo dsamain sma serial tv indonesia..hehe
    smangat ya ka buat sinopsis slanjutny..dtunggu loh :D

    ReplyDelete
  4. Kak noniq tau ga tas yg dipake tatjana di episode nih??? Merk apa? Aqu trlanjur jtuh cnta sm gaya dara.. tasnya keren.. tlong info donk klo tau heehehe makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, sorry nih saya juga ga tau tasnya T__T
      nanti coba cari-cari ya, hehehe.. Makasih sudah mampir :)

      Delete