Sinopsis dan Review: STEREO Net TV Episode 5

by - Tuesday, April 21, 2015


Haloh! Akhirnya nonton juga drama musikal Stereo Net TV episode ke 5 yang tayang 19 April 2015 kemarin. Gimana nih teman-teman? Abang Vigo bakal dapat saingan nih, dan bukan itu aja, Stereo bakal punya saingan! Yes! Dan sepertinya, makin kesini Juwita bakal mulai unjuk gigi untuk merebut Alex dari Diva. Diva sendiri sepertinya sedang berada dalam zona nyamannya; baikan dengan Alex, cukup sukses di Stereo - walau mungkin dia masih harus berjuang keras untuk jadi lead vocal. Bagaimanapun, makin kesini cerita Stereo makin rumit dan kompleks yang menjadikannya berbanding terbalik dengan lagu-lagunya yang kurang mendapat perhatian #hix.

So, ini review saya.

PLOT CERITA
(boleh diskip kalau sudah nonton filmnya- ini cuma buat latihan saya ngeringkas ajah, kok, suer)

Melanjutkan adegan sebelumnya dimana Dara berusaha membujuk Juwita untuk kembali ke Stereo mengingat posisi lead vocal masih kosong ditambah jadwal latihan yang tidak mengalami perubahan, Dara berusaha meyakinkan Juwita untuk kembali ke Stereo. Alex juga berusaha meyakinkan Dara dengan memberi sepucuk kertas bertuliskan "Gua berharap lo balik lagi ke Stereo", juga kata-kata ibu Juwita yang senantiasa menyemangati anaknya untuk tetap mengikuti kata hatinya.

Alex meminta maaf kepada Diva atas perbuatannya dimana dia merasa dirinyalah yang selama ini telah mencoba merusak hubungan mereka dimana Diva sudah berusaha untuk memperbaikinya. Di sisi lain, Vigo yang mengetahui kondisi Dara yang tidak sehat menyalahkan Dara karena kurang istirahat dan makan, dan mengingatkannya untuk menjaga kesehatannya yang malah dibalas "Bawel banget sih lo," oleh Dara, Vigopun terdiam hingga akhirnya meminta maaf atas sikap bawelnya dan berbalik meninggalkan Dara. Hingga akhirnya penampilan perdana Stereo di pensi Fakultas Teknik, dimana Dara seketika jatuh pingsan sesaat mereka menyelesaikan lagu mereka di panggung!

Adegan 1: Dara yang tiba-tiba jatuh pingsan membuat seluruh rekan Stereonya kaget di atas panggung, mencoba membangunkannya dengan terus memanggil namanya "Dara!" "Ay!", Coach Azis dan Dekan Watipun juga tergesa-gesa ikut menghampiri ke atas panggung. Dekan Wati mengusulkan untuk membopong Dara bersama-sama menuju klinik, tapi Vigo menyela sambil mengangkat tubuh Dara sendirian, "Biar gua aja" dan bergegas meninggalkan klinik diikuti rekan-rekan lainnya.

Adegan 2: Vigo tampak panik di sepanjang koridor klinik, berteriak meminta jalan, "Minggir, minggir," sambil terus memanggil Dara, "Ay! Kamu ngga pa-pa?"

Adegan 3: Di ruang ganti, Diva meminta tolong Alex untuk memotret dirinya, karena dia hendak mengunggah fotonya ke instagram, di tengah-tengah Alex yang hendak memotret, Juwita mengungkapkan harapannya agar Dara tidak apa-apa. Namun, Diva dengan wajah santai menyanggah, mengatakan Dara hanya pura-pura pingsan. Alex seakan tidak setuju dengan Diva, namun Diva kembali menguatkan bahwa sejak dulu Dara memang hobinya pingsan. Tidak lama berselang, Coach Azis dan Dekan Wati memasuki ruangan bertepuk tangan mengatakan rasa senangnya dengan performa Stereo, namun mengingatkan Stereo untuk tidak berpuas diri karena masih ada Super Choir.

Adegan 4: Di klinik, Dara yang tertidur terlihat ditemani Vigo yang duduk di sampingnya sambil memegang tangan Dara, "Aku akan jagain kamu terus, Ay," . Tak lama, Dara perlahan-lahan membuka matanya dan dilihatnya Vigo yang terdengar terus memanggil namanya, "Ay, kamu ngga pa-pa?" Dara hanya mengangguk terdiam , sedangkan dari luar terlihat Juwita yang tengah memperhatikan Dara dan Vigo dengan ekspresi bahagia namun sambil tersirat sedikit kecewa, mungkin berpikir, "Mengapa aku tidak punya pasangan?"

Adegan 5: Di koridor kampus, Diva dengan nada manja mengajak Alex untuk ke kantin karena perutnya yang lapar, sebaliknya Alex menyarankan untuk mereka berdua ke Miracle Station dulu untuk menjenguk Dara yang langsung ditolak Diva karena menganggap Dara hanya pura-pura sakit.

Adegan 6: Di kantin, Ibu Juwita sedang melihat hasil rekaman diam-diam ketika menyaksikan penampilan Stereo di ponselnya (BB) sambil memuji Juwita. Saat Juwita datang, ibunya segera menyembunyikan ponselnya sambil pura-pura bertanya Juwita dari mana saja, Juwita menjawab baru saja tampil di pensi bersama tim Stereo yang direspon dingin oleh ibunya. Tanpa sepengetahuannya ibu Juwita kembali diam-diam menyaksikan penampilan Stereo dari ponselnya sambil ikut menyanyikan lagu Inikah Cinta.

Adegan 7: Dara terburu-buru meninggalkan klinik yang dikejar oleh Vigo yang mengatakan bahwa Dara harus beristirahat dan menawarkan untuk mengantarkannya pulang, namun Dara melawan, dia berkata dia harus ke ruang musik dan tim Stereo harus kumpul. Vigo memaksa untuk Dara bisa melakukannya besok, Dara yang terus memperlihatkan kondisi yang tidak sehat tetap bersikeras (sambil berjalan sempoyongan) menolak saran Vigo di koridor klinik.

Adegan 8: Di kantin, Juwita tidak sengaja melihat Alex yang menyuapi Diva gado-gado. Tidak lama, muncul pengumuan di ponsel masing-masing (dari Dara) bahwa semua anggota Stereo harus kumpul di ruang musik. Alexpun dengan sigap berdiri dan bersiap sambil mengajak Diva yang terlihat enggan untuk ikut namun terpaksa karena Alex yang menyuruhnya. Begitu pula dengan Juwita yang dengan takut-takut meminta izin pada ibunya untuk diperbolehkan ke ruang musik yang dengan segera diiyakan oleh ibunya, membuat Juwita bingung namun tersenyum karena diperbolehkan.

Adegan 9: Tim Stereo yang sudah berkumpul sedang mendengarkan Dara yang berdiri di tengah-tengah mereka. Dara meminta maaf karena kekacauan yang dia buat di ending performace Stereo dengan tiba-tiba pingsan, dia berjanji untuk menjaga kesehatannya agar kejadian tersebut tidak terulang. Namun, dia juga berterima kasih atas kerja sama Stereo yang akhirnya membuahkan penampilan yang spektakuler dan untuk kembali mengingatkan bahwa masih ada super choir. Di tengah-tengah pembicaraannya, Darapun kembali sempoyongan, pusing yang segera Vigo bangkit berdiri hendak memapah Dara yang terlihat akan pingsan lagi dan segera menyuruhnya untuk segera duduk. Vigo dan Alex terlihat khawatir dengan kondisi Dara, sebaliknya Diva terlihat kesal.
Coach Azispun mengambil alih bicara dengan kembali menyatakan rasa bangganya dengan tim Stereo, memuji Dara yang mempesona dan Juwita yang luar biasa, melewatkan pujian untuk Diva yang semakin membuat Diva kesal, Coach Azis malah menyuruh Vigo mengantar Dara pulang. Awalnya Dara menolak tapi akhirnya ikut juga. Menyisakan wajah Diva yang semakin kesal.


Adegan 10: Di mobil, Vigo menyarankan Dara untuk istirahat total dan memperhatikan kondisinya agar tidak kecapekan. Vigo berkata dia bisa gila jika Dara pingsan lagi, ketika Vigo menawarkan makan malam ternyata Dara sudah jatuh tertidur, Vigopun memberikan jaketnya untuk menghangatkan tubuh Dara sambil berkata lirih, "Aku sayang kamu, Ay," namun Dara tidak mendengarnya. "Tidur aja, nanti kalo sampe aku bangunin," Kata Vigo ketika Dara sempat terbangun.

Adegan 11: Di kampus, Diva tengah mengejar dan memanggil Coach Azis, merasa diperlakukan tidak adil. Mulai dari tidak dipilihnya Diva sebagai lead vocal padahal dia sudah lebih berpengalaman, punya album, dengan jam terbang lebih tinggi. Juga, bagaimana Coach Azis tidak memujinya ketika di ruang musik. Ingin membuktikan kemampuannya, Divapun mengundang Coach Azis untuk menyaksikan penampilannya di sebuah kafe.

Adegan 12: Keesokan paginya, Dara yang terbangun di kamarnya, segera beranjak dari tempat tidurnya karena mendengar dering ponselnya. Ternyata Vigo melakukan video call dengannya, mengingatkannya untuk istirahat, Dara mengamati ponselnya dengan senyuman.

Adegan 13: Di kantin, ibunda Juwita berusaha memberikan semangat kepada Juwita,

Adegan 14: Vigo bergabung dengan teman-temannya yang sedang berlatih basket, namun tidak ada yang menganggapnya. Tidak ada yang passing bola ke arahnya sambil menambahkan bahwa sudah ada kapten pengganti Vigo, Vigo lebih baik tetap berlatih nari dan nyanyi saja.

Adegan 15: Di dalam mobil Alex, Diva terus mengingatkan via ponsel, sambil emosi (gugup karena mau tampil) agar Alex tidak terlambat untuk menyaksikannya tampil di kafe sore nanti.

Adegan 16: Di kantin, ada segerombolan pria yang tengah asyik menonton video penampilan Stereo di Ipad, salah satunya Joe, yang mengomentari pemain gitar (Vigo) yang dianggapnya norak, sebaliknya pria tersebut memuji kecantikan Dara si mantan presma dan berkata bahwa Dara pas buat dia. Vigo yang terganggu segera menghampiri pria tersebut, menariknya ke arah pohon. Pria tersebut seakan tidak takut dengan Vigo, namun berusaha melucon ketika Vigo dengan wajah serius mengancamnya agar tidak mendekati Dara. Pria tersebut hanya tertawa sambil meledek memberikan gestur seakan-akan menghormati Vigo.


Adegan 17: Malam hari di kafe, Diva tampak panik karena Alex belum ada, namun dia terhibur karena Coach Azis ternyata datang untuk menyaksikannya. Tidak lama kemudian Alex juga datang dan mengambil tempat satu meja dengan Coach Azis, membuat Diva tenang dan segera memulai penampilannya di panggung. Divapun bernyanyi dengan memukau membuat Coach Azis dan Alex merasa bangga.


Adegan 18: Di rumahnya, Dara yang sedang makan malam, berkata kepada ARTnya untuk mengatakan pada orang tuanya bahwa Dara tidak di rumah jika mereka menelpon. Seusai makan, Vigo menelponnya untuk segera menghampirinya di depan rumah. Awalnya Vigo terlihat menunjukkan wajah yang bingung dan tidak fokus, namun ternyata Vigo memberinya tumbler agar Dara tidak lupa minum air putih sepatu olahraga agar Dara bisa rutin olahraga, bahkan Vigo akan membuat jadwal sehingga mereka bisa olahraga bersama. Dara mengangguk menurutinya.

Adegan 19: Di kafe, ketika Diva dan Alex sedang berbincang-bincang Coach Azis menghampiri mereka berdua dengan kata-kata pujian. Ketika Diva menanyakan pada Coach Azis apakah dia sudah cocok menjadi lead vocal, Coach Azis hanya tersenyum dan berpamitan untuk duluan pulang. Alexpun kembali melanjutkan pujiannya ketika Coach Azis sudah pergi.

Adegan 20: Juwita tengah menulis diarinya, mengungkapkan perasaannya kepada Alex. Bagaimana dia ingin mencintai, dicintai, dan bersama dengan pria yang dicintainya. Dan tidur sambil memeluk diarinya.

Adegan 21: Pagi hari, Juwita berjalan ke kantin sambil melihat Diva dan Alex yang tengah makan bersama di kantin. Ibu Juwita yang memperhatikannya berusaha menghibur Juwita bahwa tiap orang diciptakan mempunyai pasangannya masing-masing, sehingga Juwita jangan mengambil pasangan orang lain. Juwita bersikeras mengatakan dia hanya ingin sama Alex, namun ibunya segera menghentikannya dan berkata, "Jangan main api!"

Adegan 22: Di ruang musik, Dekan Wati melihat ke arah jam yang menunjukkan jam 9 lebih namun masih tidak satupun di ruangan. Dekan Wati menelpon Coach Azis yang tidak lama muncul sambil mengatakan alasannya terlambat ke Dekan Wati. Dekan Wati segera mengomel bahwa kunci kesuksesan adalah disiplin.

Adegan 21: Dara tengah memasuki kampus sambil memutar-mutar tumbler dari Vigo ketika tumbler tersebut jatuh di dekan Joe. Joe segera meraihnya dan mengembalikannya ke Dara, Joepun berbasa-basi dengan memuji penampilan Stereo sehingga merekapun berkenalan. Tiba-tiba Vigo datang menyela dan menarik Dara menjauh dari Joe, mengatakan dia tidak suka jika Dara berdekatan dengan pria tersebut. Joepun berteriak "Nice to meet you, Dara" yang langsung dipotong oleh Vigo, "Jangan nengok! Aku juga ga suka,"

Adegan 22: Dara dan Vigo memasuki ruang musik sambil berdebat, ketika Dekan Wati dan Coach Azis sudah ada di ruangan dan memperhatikan mereka. Coach Azis langsung beralasan mengapa Dara telat adalah karena dia masih sakit, namun Dekan Wati seakan tidak terima dan tetap berkata bahwa jika ingin sukses mereka harus bersakit-sakit dahulu. Dan jangan berpuas dengan penampilan Stereo yang jika dibandingkan dengan grup vokal lainnya, "Still nothing,"

Adegan 23: Di sebuah ruangan, ternyata Joe yang sedang browsing facebook Dara juga merupakan salah satu anggota grup vokal. Grup tersebut tengah berdiskusi untuk voting mengenai genre musik yang akan mereka usung untuk tahun ini, ketika mereka semua menganggap Joe tidak memperhatikan malah sibuk facebook-an. Teman-teman Joepun segera menyarankan Joe untuk pulang ke rumah karena dia tidak fokus, namun Joe tidak menuruti, sehingga sebaliknya teman-temannya yang meninggalkan dia. Salah satu teman Joepun membenarkan bahwa tidak fokusnya Joe karena dia sedang mendekati Dara, Joepun berdalih karena dari status facebooknya, Dara masih single.

Adegan 24: Di ruang musik, Coach Azis berkata di tengah Tim Stereo untuk masing-masing anggota menetapkan Stereo sebagai prioritas, mengingat Super Choir adalah ajang bergengsi dan dimana masih banyak grup vokal lain yang lebih bagus. Salah satunya Coda, klab vokal pemenang Super Choir 3 kali berturut-turut yang selalu memberi kejutan. Tim Stereo selain Darapun tertarik untuk melihat penampilan Coda yang segera ditentang Dara, karena Dara ingin Stereo tidak terpengaruh dan mempunyai jati dirinya sendiri.

Adegan 25: Ketika sedang berjalan sendiri, Dara terus mengingat kebaikan Vigo sambil tersenyum.

Adegan 26: Di kelas, Juwita memperhatikan Alex yang menelpon Diva.

Adegan 27: Ketika sedang menunggu angkot, mobil Joe berhenti di depan Diva menawarkannya untuk mengantar pulang. Dara menolak, namun Joe bersikeras untuk Dara ikut dengannya hingga Vigo berlari menghampiri Dara berteriak memarahi Joe, "Loe dengar ngga Dara ngomong apaan?!" Vigo segera menarik Dara menjauhi mobil Joe. Joe berkelakar, "Cowok macem apa yang narik-narik cewe," Vigopun kembali menantang Joe. Joe segera berdalih ke arah Dara, menanyakan siapa Vigo bagi Dara. Ketika Vigo dan Joe berdebat, Dara memilih untuk naik angkot yang sedang lewat. Membuat Vigo dan Joe sama-sama kesal.

Adegan 28: Vigo mencoba menelpon Dara dari mobil, tapi Dara tidak mengangkatnya, di rumahpun, Dara menyuruh ARTnya untuk tidak membukakan pintu jika ada Vigo. Benar saja, Vigopun yang ada di depan rumah Vigopun tidak dibukakan pintu. Vigo menelpon Dara yang kali ini dijawab Dara, namun Dara berkata, "Daripada loe berisik, loe pulang!" Usir Dara sambil mematikan telepon.

REVIEW

Mengecewakan. Satu kata dari saya untuk episode ini, karena berbeda dari episode-episode sebelumnya, episode kali ini mulai dari skenario dan penyusunan adegannya seperti berantakan. Banyak adegan-adegan yang salah penempatan, dipotong dengan kurang pas, dan ada beberapa adegan yang terlalu singkat sehingga mengurangi emosi penonton.

Yang paling terasa adalah klimaks dari episode ini. Menurut saya, lebih baik klimaksnya adalah ketika Dara memilih untuk pulang dengan siapa Vigo atau Joe, termasuk ketika Joe bertanya, "Siapa sih cowok ini? Pacar loe?" mengingat benih-benih rasa suka yang selama ini ditunjukkan Dara melalui lagu-lagunya untuk Vigo, sepertinya lebih bagus jika adegan ini yang membuat penasaran. Penonton yang didominasi anak muda ini akan segera menggebu-gebu mengetahui jalan cerita minggu depan, walaupun akhirnya penonton hanya disuguhi jawaban Dara yang memilih untuk naik angkot, tapi setidaknya momen tersebut bisa menjadi sebuah titik dimana perasaan penonton digetarkan! Karena akhirnya, rasa greget akhir episode dimana Vigo diusir Dara itu tidak seberapa ketimbang momen sebelumnya. Ah, fail banget!

Berikutnya, kehadiran Joe. Saya hanya menebak-nebak, mungkinkah si Joe yang diperankan Kamga Mohammed penyanyi ex-Tangga ini merupakan anggota klab vokal Coda yang tadi sempat disebut-sebut Coach Azis? Kalau iya, ini Stereo bakal epic fail, alias jangan sampe! Karena lucu aja gitu ternyata klub vokal saingan mereka kok ada di dalam satu kampus, yang anehnya masa tidak ada di bawah monitornya Dekan Wati? Kalau memang Dekan Wati hanya fokus pada Stereo, berarti artinya hanya ada satu klab vokal di kampus itu, yaitu Stereo. Dan, kalau memang nanti klab vokal Joe ini lebih bagus daripada Stereo, ini bakalan epic fail lagi, karena, lho? Kok Dekan Wati dan Coach Azis ngga tau dengan klub vokalnya Joe? Where have you been guys? Jadi mari kita lihat siapakah Joe ini. Tapi kalau dari pemikiran saya sih, pastinya bakal jadi saingan mereka, dan terutama saingan Vigo donk, karena jelas-jelas lebih jago nyanyi ketimbang Vigo.

OK, selanjutnya mari kita bahas satu-persatu ya. Btw, saya memang cuma bahas beberapa karakter yang saya suka aja ya. Alias Dekan Wati dan Coach Azis memang tidak saya utamakan dulu.

KARAKTERISASI
a) Diva (Angel Pieters). Di episode ini, karakter Diva tetap stabil, si pemeran utama yang mengejar obsesinya sebagai penyanyi, namun tidak mempunyai latar belakang keluarga yang baik akibat beberapa luka di masa lalu menyangkut Dara. Hubungannya dengan Alexpun sudah membaik yang membuat Juwita dibakar api cemburu. Dan saya suka dengan kostum Dara yang sudah menanggalkan atribut tas Chanel kwnya itu. Sebaliknya, bisa ngga tim Stereo lebih perhatian dengan kostum Angel Pieters? Kostumnya saat nyanyi di kafe itu ngga banget dan lagi, dibanding Dara, kostum Diva itu terlalu "dewasa" namun dewasanya bukan yang elegan gitu, untuk seorang yang katanya "artis panggung" lho, ya...

b) Dara (Tatjana Saphira). Jadi agaknya sifat Dara ini selain tukang ngatur dan sok bener adalah wawasannya sempit. Terlihat dari bagaimana dia menahan teman-temannya untuk tidak melihat bagaimana penampilan klub vokal lainnya. Dimana-mana yang namanya sedang berjuang untuk menang, harus melihat sampai dimana potensi lawan, bagaimana penampilan si juara Super Choir 3 kali berturut-turut, Coda. Bisa jadi, ketika nanti pada akhirnya Stereo bertemu Coda untuk unjuk kemampuan, Dara akan merasa menyesal dan merasa bodoh kenapa dia miskin persiapan. Apakah ini skenario atau kesalahan? Bisa jadi karena Joe itu Coda, dan si penulis berniat membuat kejutan untuk Dara nantinya. Jika memang begitu, skenarionya harus diperhatikan, jangan sampai memberikan Dara karakter yang mencla-mencle. Obsesinya aja pengen menang tapi tidak mau melihat kondisi lapangan beserta lawannya. Gimana nih tim Stereo?

c) Alex (Vidi Aldiano). Vidi ok aktingnya, tapi kadang masih agak canggung, antara cool dengan womanizer. But, di episode ini memang Alex tidak disorot begitu banyak sih, hanya saja lebih menguatkan bahwa walaupun dia masih pacaran sama Diva, Alex tetap perhatian ke Dara dan tentunya bagian ini akan menjadi another problem in future episodes.

d) Vigo (Pradikta). Ini biangnya, hahaha. Pertama, akting abang Dikta saat nyuruh orang di klinik pada minggir itu agak aneh dan dipaksakan, lha wong kliniknya juga ngga rame-rame amat, daripada bilang minggir mending sibuk manggil "Dokter! Tolong! Dimana dokternya?!!" Karena paniknya itu agak sedikir... Overdosis. Dan ketika si Dara terbangun dari pingsannya, si Vigo ini berkata seperti yang diulang-ulang membosankan (salahkan skenarionya) "Kamu ngga apa-apa, Ay?" Dengan nada yang tinggi, yang pastinya bukan bikin pasien tenang malah jantungan. Btw, saat di lapangan basket, nah, Vigo uda ok banget itu aktingnya saat bilang "Kan gue kaptennya!" Just like I wrote before, baru keliatan jiwa pemimpinnya. Namun... Saat berhadapan dengan Joe itu, waduh sorry bro, tapi abang Dikta malah terkesan kalah dengan first-timer kita! Eh btw akang Vigo mobilnya ada dua ya; Nissan X-Trail dan Toyota FT-86 Sport Coupe Concept! Bandingkan dengan Mr. Joe yang mengendarai CJ7, kalau ladies pilih yang mana hayo?? CJ7 untuk yang cowok banget, Coupe Concept untuk yang playboy banget!! Wkwkwkwk... Aku sih Lamborghini #gubrak.

e) Juwita (Priskila Shafia). TIM STEREO, TOLONG IZINKAN KILA UNTUK NYANYI "RISALAH HATI" DEWA. Karena saya yakin lagu ini cocok banget dengan karakter Juwita yang pengen ngerebut hati Alex. Kembali ke karakter, kalau dilihat dari episode ini, sepertinya adegan Diva dan Alex kali ini hanya untuk menguatkan porsi Kila yang kini mulai terekspos di cinta segitiga, namun, sayangnya di episode ini, Juwita bagai dianaktirikan sekali. Adegannya banyak yang dipotong-potong dengan tak berperi-stereoan. Adegan galau nulis diary sendiri, adegan nyanyi dipotong sendiri, adegan cemburu melihat Alex dan Diva dibiarkan sendiri. Mungkin memang porsi Kila kecil, namun, ya ngga segitunyakan. Penontonnya yang tadinya mau sedikit trenyuh jadi hilang moodnya. Kalau kata saya sih, adegan Kila nulis diari hingga keesokan paginya ketika Kila dan Dewi Gita bernyanyi dijadikan satu saja, jadi terlihat nyambung. Suer deh, di episode ini Kila adegannya dipotong-potong banget.

KESIMPULAN: Mungkin Stereo sedang bermaksud untuk menghadirkan tokoh-tokoh baru, namun hati-hati, karena konsistensi karakter pemainnya juga belum stabil. Diva-Alex mungkin hubungannya sedikit jelas, Diva-Alex-Dara masih sedikit misteri namun sepertinya masih dikesampingkan, Dara-Vigo masih galau mau bagaimana, namun sekarang ketambahan Dara-Vigo-Joe. Oiya, yang agak membingungkan adalah karakter Vigo dan Joe yang keduanya hampir sama sehingga kurang kontras, Vigo dan Joe sama-sama tengil, sama-sama maksa, bedanya Joe lebih gentleman ke arah menyebalkan, sedangkan Vigo kekanak-kanakan ke arah so sweet, namun ada menyebalkannya juga. Bedakan dengan karakter Tao Ming Tse dan Hua Ce Leinya F4, Seo Jin dan Robinnya Hyde Jeckyll Me, atau Eddie - Barry Allennya The Flash, dua pria yang menyukai seorang wanita selalu ditampilkan kontras namun memiliki daya tariknya tersendiri. Bagaimana dengan Vigo dan Joe?
Untuk Diva-Alex-Juwita masih samar-samar namun terbaca, bagaimana nanti Diva dan Juwita akan bersaing baik di segi musik juga di segi percintaan, belum lagi Alex yang hatinya terpecah untuk Dara dan Diva, bisa jadi Juwita tidak dapat porsi di hati Alex, kompleks sekali dan mungkin bisa dihadirkan deh pasangan untuk Juwita, hehehe.

MUSIKALITAS

Saya agak bingung, mengapa makin kesini Stereo lebih mementingkan unsur dramanya daripada musikalitasnya. Katanya akan menghadirkan aransemen baru, namun nyatanya tidak jauh berbeda dengan konsep aslinya. Padahal ekspektasi saya bisa seperti menyaksikan panggung spektakulernya Indonesian Idol, X Factor atau semacamnya. Ayo donk, jangan terpaku dengan olahan aransemen digital saja, padahal yang saya perhatikan band-band di Net TV ini ok-ok lho, dari yang mengisi acara Ini Talk Show Sule, The Comment, Tonight Show, Berpacu Dalam Melodi sampai Music Everywhere, make it live! Kalau saya bilang begini, karena memang saya terkesan dengan Net TV lho.

1) AKU DISINI UNTUKMU (DEWA 19) by Dikta. Aransemennya sama seperti aslinya, namun suaranya Dikta. Ya, beda bangetlah kalau dibanding Ari Lasso. Rasanya kurang adil karena telinga saya sudah terbiasa dengan gaya tegasnya Ari Lasso, sekarang dengan gubahan yang mirip-mirip berganti suara Dikta rasanya... Bukan sesuatu yang baru, but not that bad either.

2) INSPIRASI SAHABAT (KOTAK) by Dewi Gita dan Kila Shafia. Berbeda dengan Kotak yang dalam lagu ini benar-benar bernada menyemangati dan penuh energi saat menyanyikannya. Dewi Gita membawakannya dengan ceria namun lebih santai. Dalam lagu ini Kila tampak agak kurang bertenaga dalam menyayikannya, bisa jadi menyambung dengan ceritanya yang galau mengingat Alex dan Diva baikan, namun, jika dilihat dari pembawaan mereka yang menyanyikan saat film, agak aneh juga ada kalanya Juwita terlihat bahagia, ada juga klip ketika Juwita terlihat lesu. Intinya lagu ini ngga cocok. Mending sekalian aja yang nyanyi mbak Dewi Gita sendiri tanpa Kila, sehingga makna lagunya pas: untuk menyemangati Juwita yang sedang galau.

3) TAK ADA YANG ABADI (Peterpan/Noah) by Angel Pieters. Aransemennya 80% mirip aslinya, hanya ada beberapa nada yang diubah di bagian ending, namun kurang banyak, sehingga hampir tidak memberikan sebuah warna baru kalau bukan saja dari kuatnya karakter vokal Angel.

4) CANTIK (Kahitna) by Kamga Mohammed. Suaranya sih ngga perlu diragukan lagi, okeh banget, bro! Namun aransemennya kurang mengalun, agak dipaksakan beatnya, karena memang agak susah menggubah gaya Kahitna yang rancak ini. Namun, kalau benar si Joe ini dari Coda, ckckck, kudu bersiap nih Stereo, saya benar-benar mengekspektasi lebih tinggi penampilan Stereo dengan adanya Joe ini. Oiya, akting mas Kamga ini cucok banget dan dapet banget! 1-0 buat mas Kamga vs Vigo. Hehehe. Btw, ini video klipnya terinspirasi Feel The Lightnya JLo dimana gaun JLo dijadikan proyektor film Home, bedanya kaos Kamga jadi proyeksi foto-fotonya Dara #ciyeh.

5) LEBIH INDAH (Adera) by Tatjana Saphira. Ok, saya akan stop bilang suara Tatjana yang kurang power menjadi suaranya Tatjana memang seperti Cherry Belle alias cute dan sweet. Dengan suara yang seperti ini, maka memang perlu didukung dengan aransemen musik yang mumpuni untuk nge-backup Tatjana. Saya jadi keinget tipikal suara-suara wanita Jepang (Sakamoto Maaya, Perfume, Koda Kumi), suaranya yang ringan namun aransemennya gila-gilaan. Nah, balik ke lagunya Adera yang sebenarnya lagu langganan yang selalu saya putar kalau lagi di jalan. Saya cukup suka dengan suasana yang dibawa oleh Tatjana, soft, namun bicara detail, suara snare drumnya agak mengganggu, lebih baik sih menggunakan karakter drum digital bisa makin ok dengan kombinasi ketukan hi-hat yang 1/4 dan 1/8 juga floor drum yang sayup-sayup sehingga tetap memberi suasana mellow di lagu ini. Btw, tumben tidak banyak eksplorasi chord di sini?

*****

Kesimpulan: Stereo jangan sampai kehilangan kualitasnya, kalau lama-lama Stereo jadi kayak sinetron kejar setoran, bisa jadi saya juga makin ngawur nulisnya. Hehehe. Maju terus Stereo. See you next week!

Eh, btw, monggo yang mau komen :)

You May Also Like

11 comments

  1. lho kok gak bisa dicopas kak...

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. stujuu sama reviewnya vigo-dara sm kehadiran joe!! stuju bgt bgt(y)

    ReplyDelete
  4. stujuu sama reviewnya vigo-dara sm kehadiran joe!! stuju bgt bgt(y)

    ReplyDelete
  5. Bang vigo... Cucok g kuaaattt.....

    ReplyDelete
  6. Bang vigo... Cucok g kuaaattt.....

    ReplyDelete
  7. yg punya blog dan nulis ini siapa sih?? hebat dan keren banget... bawaannya mau cium aja nih... boleh meet up buat ngobrol2...

    ReplyDelete
  8. teh kasih menu sendiri dong khusus sinopsisnya aku suka banget soalnya hehe saran aja sih teh ini

    ReplyDelete
  9. ka ko ga detrusin lagi ch nulis sinopsis stereonya?aku nunggu2in bged postinganny cz sllu ketinggalan kalo mau nnton..
    dtunggu episode2 selanjutnya ya.. please.....

    ReplyDelete
  10. minta info endorse buat kak tatjana saphira . please

    ReplyDelete