Wisata Geopark Ciletuh: Menyusuri Pantai Palangpang, Curug Cimarinjung, dan Puncak Darma

by - Wednesday, July 13, 2016


Kalau teman-temin sudah membaca cerita Persiapan Menuju Kawasan Wisata Geopark Ciletuh saya sebelumnya, maka dalam tulisan kali ini saya akan membahas khusus mengenai tiga obyek wisata yang letaknya relatif berdekatan, atau kalau saya bilang berada di dalam satu zona. Ketiga obyek tersebut adalah Pantai Palangpang, Curug Cimarinjung, dan Puncak Darma.

Mana yang sebaiknya dikunjungi terlebih dahulu? Menurut saya hal itu relatif sih karena tergantung pada kebutuhan masing-masing.

Sebagai contoh, banyak yang bilang kalau ke Puncak Darma lebih baik sore untuk mengejar sunset, tapi saya pribadi lebih suka ke Puncak Darma ketika subuh untuk nantinya melihat sunrise. Hal ini juga tidak lain karena faktor cuaca dan suhu udara. Hiking ke Puncak Darma membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam, kalau kita ngejar sunset, kita harus berangkat sekitar pukul setengah empat sore, dan itu panas plus gerah banget! Belum lagi kondisi medannya yang, aduhai, dibutuhkan determinasi yang kuat untuk sampai ke tempat ini.

Maka dari itu, saya lebih memilih berjalan kaki subuh sekitar jam 4 pagi (tapi harus rame-rame, ya) demi melihat matahari terbit dan kembali turun sekitar pukul 08.30 pagi sambil masih merasakan sejuknya udara dan embun pagi.

Oke, jadi kita mulai saja membahas obyek wisatanya ya.

1. PANTAI PALANGPANG


Gegara tragedi penginapan, saya malah mendapat tempat penginapan tepat di depan Pantai Palangpang, namanya Ratu Pantai. Konon katanya penginapan ini sudah berumur tujuh tahun dan sudah bisa diakses atau dipesan melalui internet! Hebat, ya? Padahal kamarnya hanya berisi kasur dan kipas angin ditambah kamar mandi dalam.

Hingga terakhir saya di sana, Ratu Pantai hanya memiliki 11 kamar dengan harga Rp 250.000,- / malam. Kamarnya tidak terlalu wah, pokoknya lumayan untuk sekedar numpang tidur. 

Penjaga penginapannya juga cukup baik dan perhatian. Mau membantu membelikan ikan di pasar dan menyediakan makanan. Namun sayang harganya dipatok cukup tinggi. Sebut saja mi kuah instan dengan telur rebus diberi harga Rp 12.000,- (kok sama seperti di Bandung?), padahal di sana ada Indomaret, kok. Harga semangkok sambal bisa mencapai Rp. 10.000,- padahal hanya sambal uleg. Hm... Mending bawa perlatan makan dan masak sendiri, deh.


Yang asyik dari penginapan ini adalah, mereka punya saung yang langsung menghadap pantai, saya suka sekali menyantap ikan bakar sore-sore sambil melihat suasana pantai, seru banget!

Pantai Palangpang, ketika saya kesana masih cukup bersih, walau pasirnya hitam dan airnya agak keruh. Katanya sih karena memang di sekitarnya ada penambangan pasir besi (dan hal itu memang terlihat dari kapal-kapal tongkang yang ada di seberang pantai).

Beberapa hari di sini, saya gagal merekam sunset karena langit sedang mendung sehingga matahari bolak-balik tertutup awan - sayapun hilang semangat dalam membuat timelapse.

Bermalam di penginapan Ratu Pantai ini, saya tidur dan bangun pagi selalu diiringi debur ombak menggelegar!

2. CURUG CIMARINJUNG

Megahnya Curug Cimarinjung di Geopark Ciletuh
Curug Cimarinjung berjarak 2,6 km dari Pantai Palangpang (tepatnya penginapan saya), lokasinya bisa dijangkau dengan mudah dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan. Kalau kita membawa kendaraan (motor atau mobil), nantinya akan diparkirkan di pintu masuk air terjun, karena setelahnya kita perlu menyusuri jalan setapak dan irigasi untuk sampai di air terjun tersebut.

Biaya parkir saat itu
Mobil Rp 10.000,-
Motor Rp 5.000,-
Biaya masuk air terjun Rp 3.000,-

Cukup terjangkau, kok.

Air terjunnya tinggi dengan debit air yang besar. Sejatinya, kita tidak diperbolehkan mandi atau berenang di sana karena memang berbahaya, namun tetap saja ketika saya ke sana, banyak orang tua yang mengizinkan anak-anaknya mandi di sekitar air terjun. 

Hati-hati, bebatuan di sekitar air terjun ini licin, apalagi kalau mau berpose di sekitar air terjun, duh harus benar-benar pastikan kaki menumpu dengan baik, karena memang tanah di sekitar air terjun gampang ambles.
Curug Cimarinjung dari arah masuk (menyusuri jalan setapak)
Tapi bagaimanapun juga, air terjun Cimarinjung ini gagah dengan tingginya yang menjulang, membuat saya terkagum-kagum dengan debit airnya yang membuat jantung saya berdegup kencang entah karena takut atau terkesima.


Sayang, saya tidak bisa berlama-lama di air terjun ini karena tiba-tiba hari hujan dan saya tidak membawa payung.

3. PUNCAK DARMA

Lukisan yang terpampang dari Puncak Darma
Puncak Darma adalah puncak bukit yang cukup terlihat jelas dari Pantai Palangpang, apalagi kalau malam, ada titik lampu yang bercahaya dan cukup menarik perhatian kalau kita sedang mengamati matahari terbenam dari pinggiran pantai.

Kesannya tinggi sekali dan terlihat jauh di ujung! Karena memang dari Puncak Darma, kita bisa melihat alam Geopark Ciletuh secara keseluruhan. 

Pemandangannya magis dan seketika meresap ke dalam kalbu saat kita sampai di sana! Untuk mencapai puncak ini mau tidak mau kita harus hiking dari Curug Cimarinjung. Karena memang kondisi medannya sangat tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan (motor bisa, kalau tidak sayang sama mesinnya); jalanan berbatu dengan tanjakan tajam dan turunan curam dengan tanah licin. 

Saya sempat ditawari naik ojek dari tarif Rp 60.000 hingga Rp 15.000, namun, ngga, deh, saya memilih jalan kaki saja. Jaraknya di peta memang tertulis 1,2 km, tapi capeknya serasa sedang berjalan 3km!

Mau lihat sunrise atau sunset, terserah teman-temin saja, namun perlu diketahui jalurnya sangat ngga banget! Lebih baik rame-rame kalau ke Puncak Darma agar bisa saling mendukung satu sama lain dan tidak menyerah di tengah jalan (apalagi bagi mereka yang tidak pernah hiking).

Dengan kecepatan jalan kaki, dari parkiran Curug Cimarinjung menuju Puncak Darma bisa memakan waktu hingga 1,5 - 2 jam, tergantung kondisi fisik juga. 

Agar perjalanan lebih santai, teman-temin coba nikmati saja suasana sepanjang jalan menuju Puncak Darma; tumbuhannya, aneka binatangnya (saya banyak bertemu belalang, kupu-kupu, cacing, hingga lipan!), dan sejuk udaranya.

Karena jerih lelah itu semua akan terbayar ketika teman-temin sampai di Puncak Darma yang ditata layaknya kapal yang akan berlayar menuju laut.

Pemandangannya top banget!

Di Puncak Darma sendiri ada beberapa warung dan saung yang disediakan untuk kita sekedar beristirahat, minum teh hangat sambil menikmati pemandangan Geopark Ciletuh, dan, sst, di sana kita akan menemukan rahasia ada apa dibalik nama Puncak Darma.


Oke, sampai bertemu di tulisan berikutnya!

You May Also Like

9 comments

  1. Sambel. Orang gakbakalan baper kali kalo mrk yang beli benar2 hobi? Lha kalo saya? Secara gaksuka sambel, pedas hah ...

    Jadi kepengen bawa keluarga ke Ciletuh, niq.. makasiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, secara uda keburu males ngulek sambel, harga berapa juga ga baper ya...

      Delete
  2. Wah, makasih infonya Teteh ;) insya Allah mau ke Ciletuh dan infonya ada disini. Nuhun yah :)

    ReplyDelete
  3. nice info, salam kenal mba... :)

    www.catatanamanda.com

    ReplyDelete
  4. Ga nikmat kalau gak ada sambel #eh hehehe

    aduh pengen mntai ih semenjak punya anak-anak belum mantai lagi butuh refresh dan memang enak kalo refresh nya ke pantai dan ciletuh ini tenang banget ga crowded. Colek seseorang ah. hihihi

    ReplyDelete
  5. Naksir banget puncak drama, aku dlu suka hiking. Pengen banget ngerasain hiking lagi, kayanya asik hiking ke puncak darma dan capek terbayar dengan pemandangan dari puncak.
    Tulisannya lengkap bangeeeet. Sukaaaa deh

    ReplyDelete
  6. Bagus-bagus banget tempatnya, pengen banget kesana

    ReplyDelete
  7. Refrensi wisata baru ni, mudah mudahan bisa berlibur kesana,,

    ReplyDelete
  8. Met sore Kak.. Mo nanya apakah di puncak darma bisa camping tenda? Saya berencana solo travelling ke ciletuh dan memakai tenda camp.. Makasi buat sharing kerennya

    ReplyDelete